Menu

Curi Ikan di Laut Sulawesi, Dua Kapal Ikan Berbendera Filipina Ditangkap KKP

  Dibaca : 201 kali
Curi Ikan di Laut Sulawesi, Dua Kapal Ikan Berbendera Filipina Ditangkap KKP
Direktur POA Diten PSDKP KKP RI Pung Nugroho Saksono ketika diwawancarai usai penangkapan dua kapal ikan berbendera Filipina di pangkalan PSDKP Bitung.(yet)

indoBRITA, Bitung—Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI melalui Ditjen PSDKP kembali berhasil membekuk dua kapal ikan berbendera Filipina saat mencuri ikan di perairan laut Sulawesi.

 

Hal ini diutarakan Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono melalui Sekjen KKP Antam Novambar yang menjelaskan operasi Kapal Pengawas Perikanan di Laut Sulawesi berhasil menangkap dua lagi kapal pelaku illegal fishing.

 

“Kami mengonfirmasi penangkapan satu kapal purse seine dan pumboat,” beber Antam yang juga Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Senin (24/5/2021),.

Operasi Kapal Pengawas Hiu 15 yang dinakhodai oleh Kapten Priyo Kurniawan melakukan penangkapan terhadap dua kapal masing-masing FB. GENEVIEVE (85GT) dengan jenis kapal pukat cincin (purse seine)  dan FBCa. GIE 2 (9 GT) jenis kapal Tuna Hand Line.

 

“Selain kapal dan barang bukti lainnya, ada total 27 awak kapal berkewarganegaraan Filipina yang kami amankan,” ungkap Antam.

 

Lebih lanjut Antam menjelaskan bahwa kapal dan seluruh awak telah berada di Pangkalan PSDKP Bitung untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Baca juga:  MoU PT MSH-PT DSSN, Bangun Pabrik Semen di Boltim

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada (POA) Ditjen PSDKP, Pung Nugroho Saksono yang biasa disapa Ipunk, memimpin langsung pelaksanaan operasi tersebut, menyampaikan bahwa penangkapan ini adalah pertama kali terhadap kapal illegal fishing asal Filipina di tahun 2021.

Di dermaga PSDKP Bitung, Ipunk juga menjelaskan sudah cukup lama tidak ada kapal purse seine yang masuk ke wilayah perairan Laut Sulawesi, apalagi menurut dia, kapal FB. GENEVIEVE berukuran cukup besar yaitu 85 GT. Oleh sebab itu, mantan Kepala PSDKP Bitung ini menginstruksikan jajarannya untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dan melaksanakan operasi di wilayah-wilayah rawan pencurian ikan.

 

“Setelah kita interogasi, rupanya kapal jenis Purse Seine ini masuk menangkap ikan di wilayah Indonesia dengan tandem kapal penampung namun kapal penampung ini stand by di wilayah perairan Filipina nanti sudah dapat hasil baru merapat, hasil pemeriksaan sementara juga dari Log book mereka, kita temuka sudah enam kali masuk ke wilayah kita dengan tangkapan rata-rata di atas 40 Ton,” jelas Ipunk.

Baca juga:  Lagi, PSDKP Bekuk Dua Kapal Pencuri Ikan di Perairan Nanusa, Direktur POA : Pencuri Ikan Manfaatkan Masa Pandemi Untuk Beraksi

Olehnya, Ipunk juga telahmenginstruksikan agar kewaspadaan ditingkatkan, dan tetap siaga jaga kedaulatan pengelolaan perikanan di WPPNRI.

 

Sebagai informasi penangkapan dua kapal ikan asing ilegal asal Filipina tersebut menambah panjang daftar kapal ikan yang ditangkap oleh Ditjen PSDKP KKP. Sepanjang tahun 2021, KKP telah menangkap 94 kapal yang terdiri dari 70 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 24 kapal ikan asing yang mencuri ikan (6 kapal berbendera Malaysia, 2 kapal berbendera Filipina dan 16 kapal berbendera Vietnam).

Selain itu, KKP juga terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan dengan menangkap 62 pelaku penangkapan ikan dengan cara yang merusak (destructive fishing) seperti bom ikan, setrum maupun racun.(yet)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional