Menu

RPJMD Sulut 2021-2026 Rampung, Kabupaten/kota Harus Topang

  Dibaca : 123 kali
RPJMD Sulut 2021-2026 Rampung, Kabupaten/kota Harus Topang

indoBRITA, Manado – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahun 2021-2026, Selasa (28/6/2021) di Hotel Luwansa Manado berjalan sukses.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Steven Kandouw serta Sekdaprov Edwin Silangen bersama bupati/walikota se Sulut ikut hadir kegiatan tersebut.

Setelah mendengar pokok-pokok pikiran dari para anggota DPRD yang disampaikan Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Gubernur Olly menandakan berita acara terkait dengan Musrenbang RPJMD Sulut 2021-2026.

Dengan demikian, RPJMD Sulut 2021-2026 segera diparipurnakan. Karena sudah tuntas, terlebih pembahasannya didukung oleh Bappenas, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koordinasi Perekonomian.

Menariknya, walaupun Gubernur Olly yang  periodisasinya hanya memimpin Sulut hingga tahun 2024, akan tetapi pembangunan tetap menjadi prioritas.

“Sayang kita hanya (sampai) 2024, tapi program sampai 2026. Pembangunan berkesinambungan,” tegas Gubernur Olly kepada para wartawan di Lobi Kantor Gubernur Sulut usai dari acara Musrenbang RPJMD Sulut 2021-2026.

Terpisah, Kepala Bappeda Sulut Jenny Karouw mengatakan tujuan Musrenbang RPJMD Sulut 2021-2026 adalah bagian dari sinkronisasi program kegiatan dan kebijakan strategis antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dipadukan dengan kebijakan nasional.

“Penjabaran visi dan misi pak gubernur diimplementasikan dalam program dan kegiatan,” terangnya.

Menurut dia, sebelum Musrenbang telah dilakukan pertemuan dengan kabupaten/kota.

“Jadi tadi itu tidak ada lagi usulan dari kabupaten/kota karena mereka sudah beberapa kali diadakan forum. Hari ini tinggal finalisasi, rangkaian sudah berproses,” jelasnya.

Ia menambahkan visi misi Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, arah kebijakannya dijabarkan sesuai target per tahunnya.

“Secara konsisten akan dilakukan. Meskipun pak gubernur sudah bukan lagi gubernur di tahun 2025-2026, tapi ditargetkan Sulut sebagai pintu gerbang Indonesia di Kawasan Asia pasific,” ungkapnya.

Target tersebut bisa terwujud jika ditopang kabupaten/kota di Bumi Nyiur Melambai.

“Karena Sulut tak bisa berjalan sendiri. Lokasi pembangunan ada di kabupaten/kota,” tukasnya.(sco)

Baca juga:  Hemmm…. Wahai DPRD Minut, Setujuilah Pembayaran Lahan Shintya Rumumpe!!
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional