Terima Aduan Kekerasan Anak dan Perempuan, Dokter Devi Minta Langsung Ditindaklanjuti

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos.

indoBRITA, Manado – Mendapat tugas baru sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos langsung tancap gas.

“Sejak dilantik, berarti sudah sekitar 10 hari saya menjabat di sini. Minggu kemarin sudah lakukan rapat koordinasi dengan semua bidang di dinas, UPTD juga,” ungkap dokter Devi kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (6/7/2021).

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Terkait APBD Sulut 2020, KAGAMA Manado Sumbang Saran

Selain menggelar rapat, dr Devi juga sudah turun langsung ke UPTD di bawah naungan instansinya. Ini dilakukannya untuk mengecek langsung kasus kekerasan anak dan perempuan di Sulut. Di sana, istri Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw ini meminta UPTD bertindak cepat setelah mendapat adanya aduan kekerasan.

“Saya terus follow up, monitor kasus yang masuk,” imbuhnya.

Bahkan, ia meminta ada petugas yang stand by 1X24 jam menerima aduan kekerasan anak dan perempuan.

“Langsung ditindaklanjuti,” tegas dr Devi.

Untuk meminimalisir terjadinya kasus kekerasan pada anak dan perempuan, Devi menggenjot beberapa langkah. Seperti promotif dan preventif. Adapun ketika menangani kasus, pihaknya menerapkan kuratif dan rehabilitatif.

“Setelah selesai ditangani, kemudian anak itu kembali ke lingkungan. Misalkan kasus pelecehan anak, kita kerja sama dengan dinas pendidikan, konsultasi dengan mereka agar anak itu bisa kembali ke sekolah lagi,” tukasnya.(sco)

Pos terkait