Menu

Nenek Paendong Gagal di Vaksin, Akibat Tekanan Darah Tinggi

  Dibaca : 23 kali
Nenek Paendong Gagal di Vaksin, Akibat Tekanan Darah Tinggi

indoBRITA, Amurang – Progam Gerai Vaksin Polres Minsel sudah berjalan satu bulan lebih. Bahkan hingga saat ini masih melaksanakan Vaksinasi Penanggulangan Covid-19 secara massal ditaman Teguh Bersinar Amurang.

Pelaksanaan ini dilakukan dengan mentaati Peraturan Protokol Kesehatan (Prokes). Salah satunya jarak tempat duduk peserta satu dengan yang lainnya harus ada jarak. Sehingga memudahkan para tenaga medis dari Dinas Kesehatan Minsel dan Polres Minsel ketika akan melakukan tugasnya. Selain itu nampak ketertiban para peserta yang menunggu antrian untuk di Skrenning terlebih dahulu baru di vaksin.

Salah satu peserta diantara sekian banyaknya yang ikut antrian, ada seorang perempuan lanjut usia (lansia). Dia adalah ny Elsye Paendong, warga Kelurahan Uwuran Dua Kecamatan Amurang. Nenek usia 80 tahun lebih mengaku wajib divaksin biar dapat bantuan dari pemerintah.
”Ya, saya musti ikut anjuran pemerintah untuk divaksin. Sebab, kalau tidak divaksin so nda mo dapa bantuan lagi. Menurutnya, so pernah di Skrenning, tapi selalu gagal gara-gara darah naik alias tinggi. Tapi, saya tetap serius untuk divaksin biar diusia lansia ini tetap dapat bantuan,” ujar perempuan dengan kerudung berwarna merah dan masker berwarna hitam saat disapa awak media ini, dengan maksud menanyakan kesiapan diri nenek untuk di Vaksin seberapa besar.
Katanya, nenekpun menjawab dengan wajah yang smeringa dan senyuman kecil. Bahwa sudah menjadi tekatnya harus ikut divaksin biar terus sehat dan dapat bantuan. Yang pasti dirinya tidak ingin tertular penyakit Corona.

Baca juga:  Untuk Memenangkan CEP-SSL dan MEP-VT, Jangkar Tim Minsel Terbentuk

“Sekali nenek pengen sehat tidak mau terjangkit Corona walapun sudah tua. Jangan sampai nenek tertular corona, makanya nenek mau disuntik vaksin,” ucap nenek Elsye Paendong.

Selain untuk menjaga kesehatan, nenek kelahiran desa Pontak- Motoling ini, juga berharap bantuan yang pernah dia terima dan sekarang sudah memasuki dua bulan tidak mendapat lagi bantuan, makanya nenek mau disuntik vaksin agar mendapat bantuan kembali.

“Nenek pernah mendapat bantuan uang dari Pemerintah awalnya sebesar Rp 600 ratus ribu setiap bulan sebanyak dua bulan kemudian bulan berikut turun menjadi Rp 300 ribu dan ini sekarang sudah berjalan dua bulan tidak lagi menerima bantuan tersebut, muda-mudaan sudah di vaksin nenek dapat bantuan kembali, soalnya nenek dengar dari orang-orang kalau semua urusan juga bantuan supaya cair harus di vaksin dulu, baru mau dapat ulang itu bantuan,” ujar nenek Paendong yang sudah masuk di usia 80 tahun bulan Mei ini.

Baca juga:  DAK 2020, SMAN 1 Amurang Renovasi Ruang Kelas

Namun sayang nenek Paendong mengalami kegagalan untuk di suntik Vaksin, pasalnya saat di Scraining  sebelum di suntik, tensi tekanan darah menunjukan 210/ – per 112, artinya tekanan darah nenek sangat tinggi, sehingga salah satu petugas medis menyarankan nenek untuk pergi ke Puskesmas terdekat untuk minta obat, agar tekanan darah nenek normal

“Maaf neeek…hari ini nenek belum bisa di vaksin karena tekanan darah masih tinggi. Alangkah baiknya nenek harus banyak istirahat dan jangan takut atau tegang sebelum datang vaksin. Dan sebaiknya nenek ke Puskesmas untuk minta obat,” ujar Ipda Kadek salah satu petugas medis dari Polres Minsel. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional