Menu

Diduga Kasus Perusakan yang Ditangani Polres Minut Lambat

  Dibaca : 86 kali
Diduga Kasus Perusakan yang Ditangani Polres Minut Lambat

IndoBRITA, MANADO–Kasus perusakan isi lahan diduga terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Utara. Kasus ini bahkan sudah dilaporkan ke Polres Minahasa Utara (Minut). Namun menurut pengakuan keluarga penyelidikan (lidik) kasus ini diduga tak serius ditangani.

Lokasi permasalahan berada di Desa Batu, Kecamatan Likupang Selatan, Minut. Kejadian bermula saat Joice Lensun (anak terlapor) membeli beberapa bidang tanah. Kemudian dia menguasakan pengukuran dan perawatan tanah kepada Ferry Rottie. Namun ayah Joice, AL alias Alfrets bersama dengan anak keduanya Rio, diduga tidak menerima dengan hal tersebut. Maka mereka melakukan penebangan aset tumbuhan yang ada di dalam lahan tersebut.

Hal ini disampaikan Ferry Rottie, selaku penerima kuasa dari Joice Lensun. Dirinya mengatakan, ketika akan melakukan pengukuran, diduga ada upaya pencegahan dari Alfrets. “Yang perlu saya jelaskan adalah permasalahan mengenai kepemilikan bidang tanah-tanah yang ada di Desa Batu. Yang kita tahu bahwa itu dibeli oleh Joice Lensun, anak dari Alfrets. Nah waktu saya menjabat hukum tua di sana, dia (Joice) menyuruh untuk ukur tanah-tanah yang dia beli. Yang sekira ada 10 bidang tanah di Desa Batu Kecamatan Likupang Selatan,” ceritanya.

“Setelah kita mengadakan pengukuran, ada pencegahan dari ayahnya sendiri, yaitu Alfrets. Katanya kenapa musti diukur? Dan waktu pengukuran itu, ada terjadi itu selisih paham dengan orang tuanya. Sehingga si ibu Joice dari Jepang, mengirim polisi dari Polres Minut, untuk mengadakan pengawalan dalam rangka pengukuran tanah tersebut,” tambahnya.

Baca juga:  Pesan Kapolri ke-700 Capaja: Sinergitas TNI-Polri Harga Mati Wujudkan Indonesia Maju

Lanjutnya setelah tanah diukur, terjadi pengerusakan tanaman yang ada didalam lahan. “Sehingga terjadi pengukuran tanah, dan proses ini dilanjutkan oleh pemiliknya. Karena pada waktu itu, dilihat ibu Joice sudah memberikan kuasa saya selaku hukum tua. Yakni kuasa menjaga dan memelihara tahan tersebut. Maka orang tua dari Joice yakni Alfrets, tidak setuju dengan hal itu. Sehingga tanaman yang ada di Desa Batu itu, yang sebutan namanya Mol-Mol, itu ditebang oleh papanya sendiri dan anaknya yang kedua, yaitu Rio,” terangnya menambahkan luas tanah tersebut sekira 1 hektare.

“Yang ada didalamnya tanaman rambutan, duku dan lainnya. Kemudian setelah kami tanya ke Joice apakah tanah ini berasal dari warisan orang tua yang dikasih atau dibeli sama orang lain? Ternyata sesuai surat AJB, bahwa tanah itu dia (Joice) beli pada saudara Ani Rottie dan ibu Corry. Berarti secara sah, kepemilikan tanah itu sesuai dengan jual beli. Jadi bukan milik orang tua,” terangnya.

Rotti juga mempertanyakan kenapa Alfrets menebang tanaman yang ada. “Karena dia tidak setuju dengan kuasa yang diberikan ibu Joice kepada saya selaku pemerintah desa. Sehingga proses ini berlangsung sampai dibuat LP di Polres Minut,” katanya sembari mengatakan LP sudah dilaporkan ke Polres Minut sekitar 4-5 bulan yang lalu. “Dan sudah berlangsung sekira empat sampai lima bulan ini, katanya mungkin persoalannya anak dan orang tua, jadi mungkin harus dimediasi dan lainnya. Dibuat tidak usah dilanjutkan (proses hukum). Namun secara hukum kan kalau namanya bersalah, diproses secara hukum,” ungkapnya.

Baca juga:  Kapolres Sangihe Tinjau Lokasi TMMD Kodim 1301/Sangihe

Dia juga menilai proses hukum yang ada berjalan cukup lambat. “Dari Polres kelihatannya berjalan namun lambat. Sehingga sulit perkara ini dinaikan statusnya ke penyelidikan (P21). Untuk membuktikan itu kan kami harus memasukkan saksi dan bukti, bahwa tanah ini siapa yang punya serta lainnya. Tapi secara hukum kan, kalau memang sudah dibeli, apapun yang ada didalam lokasi tanah adalah menjadi milik yang pembeli. Jadi tidak bisa diganggu gugat oleh orang lain. Kenapa hal ini tetap diblok lagi oleh pihak lain,” ungkapnya, sembari meminta Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana untuk mengevaluasi penyidikan kasus ini di Polres Minut. “Tolong pak kapolda. Kiranya kasus ini bisa cepat tuntas,” pungkasnya.(hng)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional