Menu

Ketua LP2KKNP: Laporan Kasus Penggelapan terhadap Meifita Johanis Itu Salah dan Tidak Berdasar

  Dibaca : 28 kali
Ketua LP2KKNP: Laporan Kasus Penggelapan terhadap Meifita Johanis Itu Salah dan Tidak Berdasar
Ketua LP2KKNP Sulut, Stenly Sendouw (Foto: dok SS)

indoBRITA, Manado– Ketua Umum Lembaga Pemantau Penyakit KKN Pejabat (LP2KKNP) Stenly Sendouw mempertanyakan keabsahan laporan dugaan tindak pidana penggelapan terhadap Meifita Stefanny Johannis di SPKT Polda Sulut.

Menurut Sendouw, laporan terhadap Meifita Stefany Johannis ini salah dan tidak memiliki dasar karena dilaporkan penggelapan atas sebuah mobil yang notabene dimiliki secara sah oleh Meifita Stefanny Johannis.

“Laporan itu tidak bisa diterima karena kwintasi pembelian asli mobil pajero yang dipermasalahkan atas nama Meifita Stefanny Johannis,” ujar Sendouw.

Untuk itu Sendouw meminta pihak Polda Sulut untuk meninjau kembali LP/106/II/2020/SULUT/SPKT Dengan dugaan Tindak Pidana Penggelap dan informasi telah naik ke penyidikan berdasarkan Surat perintah penyidikan No. Sp. Sidik/33/IV/2021/Dit reskrimum  13 April 2021.

Baca juga:  Dikendalikan Dari Dalam Lapas, Polres Bitung Amankan 100 Gram Sabu

“Kami berharap kasus ini ditinjau kembali sebelum lanjut ke tahap berikutnya, kami juga akan berkonsultasi dengan pihak Kompolnas mengenai kasus ini,” tukas Sendouw.

Seperti diketahui pada 29 Februari 2020, Meifita Stefanny Johannis dilaporkan oleh Matilda Selamat yang juga istri dari almarhum Refly Pantouw ke pihak kepolisian Sulut melaluo LP/106/II/2020/SULUT/SPKT Dengan dugaan Tindak Pidana Penggelapan.

Namun berdasarkan informasi dari terlapor kejadian ini bermula pada September 2019, ketika dirinya membeli satu unit mobil pajero di salah satu showroom seharga Rp451 juta dengan bukti pembelian asli atas nama terlapor yakni Meifita Stefanny Johannis.

Menurut Meifita, pembayaran dilakukan secara bertahap yakni pertama tanda jadi sebesar Rp. 1 juta kemudian selanjutnya pada 24/09/2019 melakukan pembayaran secara panjar senilai Rp.275 juta.

Baca juga:  15 Pelajar Diamankan Satpol-PP saat Miras di Minimarket Grand Central

“Sedari awal saya datang bersama almarhum Refly Pantouw dan anak kami dan atas seizin saya kwintansi panjar menggunakan nama Refly Pantouw,” ujar Johannis.

Kemudian pada 25/09/2019, Steffany Johannis mendatangani showroom untuk melakukan pembayaran pelunasan sisa bayar sebesar Rp176 juta dan pada waktu itu kwintasi panjar diambil kembali oleh pihak showroom kemudian mengganti dengan kwintasi utuh atas nama Meifita Steffani Johannis.

“Mobil tersebut bersama saya sampai saya menjualnya. Sekarang kwitansi asli saya disita oleh penyidik,” tukas Johannis. (*/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional