Menu

Tidak Disosialisasi, Proyek Taman Kota Dipertanyakan Pejuang Minsel

  Dibaca : 63 kali
Tidak Disosialisasi, Proyek Taman Kota Dipertanyakan Pejuang Minsel

indoBRITA, AMURANG – Kontrak kerja proyek taman kota Amurang oleh Dinas PUPR Kabupaten Minahasa Selatan sudah keluar. Intinya, proyek berbandrol 10 miliar berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Sulut hasil loby Bupati FDW segera dimulai.

”Oh benar, kami tahu bahwa taman kota Amurang atau “Taman Teguh Bersinar” segera action. Hanya saja, menjadi pertanyaan para pejuang Minsel kalau justru pihak terkait yaitu Dinas PUPR tidak pernah mensosialisasikan kepada warga Amurang dan khusus lagi bagi warga sekitar pusat kota,” tanya GJ Umpel, salah satu tokoh pejuang pemekaran Minsel.

Kata Umpel, dimana tanggungjawab Pemkab Minsel bahwa aset yang dibangun zaman bupati RML-VT justru akan dibongkar dan dibangun model baru.

Baca juga:  Ernesto Valverde Jadi Arsitek Baru Barcelona

”Soal dibangun sah-sah saja. Akan tetapi, taman yang awalnya diberi nama “Taman Teguh Bersinar” itu jangan dihapus. Atau, sebaiknya diganti dengan nama tokoh nasional asal Minahasa,” ungkapnya dengan nada keras.

Lanjutnya, bahwa Dinas PUPR sepertinya enggan ambil sikap. Seperti, mengundang masyarakat sekitar dan para pedagang pasar Amurang untuk sosialisasi. Tapi pada kenyataannya tidak digubris intansi terkait.

”Malahan ada kabar, bahwa taman kota Amurang itu akan dibangun model ‘kepala banteng’ dan diberi nama ‘Taman Megawati’. Memangnya, Megawati orang Minahasa,”tanyanya tegas.

Sekali lagi, bahwa proyek taman kota Amurang dipertanyakan. Karena tanpa dasar yang jelas, sehingga para pejuang yang menyatakan sikap keras untuk pembangunan tersebut.

Plt Kepala Dinas PUPR Minsel Dekky J Tuwo, S.Sos dihubungi awak media, Kamis (22/7/2021) diruang kerjanya menjelaskan kalau kontrak kerja proyek tersebut sudah keluar. ”Jadi, pihaknya berhak menjalankan tupoksi tersebut. Seperti diketahui, bahwa proyek taman kota Amurang adalah proyek dalam rangka penataan ibukota Amurang,” kata Tuwo.

Baca juga:  Tak Ngantor 12 Hari, Keberadaan Bupati Minut "Misterius"

Disamping itu, perlu diketahui kalau bupati FDW belum ada niat untuk memakai nama ‘Megawati’ sebagaimana isu diatas.”Sekali lagi, silahkan hubungi Kepala Bidang Cipta Karya Heintje Tumbelaka dan minta ditunjukkan gambar yang sebenarnya. Biar, kalian juga mengetahui bentuk gambar dan proyek tersebut,” jelasnya.

Dari pantauan awak media, terlihat dengan jelas bahwa lokasi proyek taman sudah dipagar. Pertanda bahwa, proyek diatas akan segera dimulai pekerjaannya. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional