Menu

Maramis Pertanyakan Sikap Pemerintah Soal Proyek Taman Kota Amurang

  Dibaca : 38 kali
Maramis Pertanyakan Sikap Pemerintah Soal Proyek Taman Kota Amurang

indoBRITA, AMURANG – Taman Kota Amurang seperti janji Bupati FDW akan segera dibangun. Pasalnya, pekerjaan proyek bantuan keuangan khusus (BKK) provinsi Sulut sebesar 10 miliar. Tetapi, sejak direncanakan proyek tesebut ditolak.

Menariknya, kalangan pertama yang menolak adalah para pejuang Kabupaten Minahasa Selatan. Yaitu, GJ Umpel, Willem Mononimbar, Tonny Rengkung dan Drs Decky Umpel, Ecky Rumokoy serta sejumlah tokoh pejuang dan tokoh masyarakat Minsel.

”Proyek tersebut ditolak pembangunannya,”kata Jeffry H Maramis, M.Th tokoh masyarakat yang juga tokoh agama. Lanjytnya, bangunan peninggalan RML-VT sewaktu keduanya mempimpin Minsel tidak muda bersama rakyat ikut merintis pembangunan gedung bersejarah itu.

Baca juga:  DPRD Minsel Gelar RPI Dalam Rangka Hari Jadi ke - 18 Kabupaten Minahasa Selatan

”Saya katakan, bahwa bangunan ini sejarah bagi rakyak Minsel. Bukan, setelah FDW dan PYR terpilih sebagai bupati dan wakil bupati. Selanjutnya dengan seenak mereka bisa membangun tanpa melihat sejarah. Bahwa, kata Maramis, bupati dan wakil bupati bukan perintis perjuangan Minsel. Ini katanya, apa lagi setelah selesai dibangun, nama taman akan diganti dengan ‘Taman Megawati’. Olehnya, ini namanya proyek kepentingan politik praktis,” tegas Maramis dengan nada keras.

Maramis tegaskan, warga Minsel khususnya asli Amurang untuk tolak nama yang akan digunakan sebagai simbol perjuangan tersebut. ”Sekali lagi, Torang sama-sama rintis perjuangan Minsel dengan nama para pejuang asli Minsel seperti Mangindaan, Lelengboto dan Lembong. Bisa juga nama Paruntu dan lainnya,” pungkas Maramis yang asli Ranoiapo ini. (ape)

Baca juga:  Kaseger Bantah Terjadi Kelangkaan Pupuk di Modoinding
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional