Menu

Genjot Pertumbuhan Ekonomi Lewat Pinjaman PEN, Pemprov Sulut Disetujui Rp552 Miliar

  Dibaca : 66 kali
Genjot Pertumbuhan Ekonomi Lewat Pinjaman PEN, Pemprov Sulut Disetujui Rp552 Miliar

indoBRITA, Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey kembali mengusulkan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) TA 2021. Ini dilakukan agar menggenjot pertumbuhan daerah di tengah pandemi Covid-19.

Usulan Pinjaman PEN yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Pemprov Sulut.

Menurut Gubernur Olly, pertumbuhan ekonomi di daerah merupakan hal yang paling efektif dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional, kita perlu menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk itu lewat Pinjaman PEN, Pemprov Sulut akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, serta sarana dan prasarana, khususnya di bidang kesehatan, dalam hal ini rumah sakit di wilayah Sulawesi Utara,” jelas Gubernur Olly saat Rapat Bersama Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Terkait Usulan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) TA 2021, melalui zoom meeting di Cempaka Kolongan Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (27/07/2021).

Diketahui, sebelumnya Sulut telah mendapatkan fasilitas Pinjaman PEN TA 2020 sebesar Rp723 miliar, dengan pencairan dana telah mencapai Rp653 miliar. Sedangkan untuk tahun ini, dilansir dari data Kementerian Keuangan, Pemprov Sulut mengusulkan Pinjaman PEN sebesar Rp600 miliar disetujui Kemenkeu Rp552 miliar 95% dari total usulan.

Diketahui, ada empat persyaratan yang perlu dipenuhi pemerintah daerah guna mendapatkan pinjaman PEN. Persyaratan tersebut antara lain yaitu :

1. Daerah tersebut merupakan daerah yang terdampak Covid-19;

2. memiliki program ekonomi daerah yang sejalan dengan PEN nasional yang secara garis besar dibagi 3 bagian yaitu kesehatan, jaring pengaman sosial atau bansos, dan ketiga untuk mendukung bangkitnya perekonomian;

3. Jumlah sisa pinjaman ditambah dengan jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75 persen dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya;

4. Daerah harus memenuhi rasio kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman daerah paling sedikit sebesar 2,5 persen.

Program Pinjaman PEN merupakan langkah antisipasi pelemahan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. Bekerjasama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), program ini merupakan salah satu bentuk tindakan responsif dan adaptif pemerintah pusat lewat Kemenkeu untuk memulihkan demand atau permintaan masyarakat. Sejak diresmikan Mei 2020, PEN berkontribusi meningkatkan supply barang dan jasa sehingga dapat mempercepat perputaran perekonomian masyarakat Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, Asisten III Asiano Gemmy Kawatu, Inspektur Daerah Meiki Onibala, serta pejabat terkait lainnya.(sco/*)

Baca juga:  OD-SK Siapkan Rolling Kabinet
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional