Menu

BPD dan Pj Hukum Tua Desa Teep tak Harmonis lagi

  Dibaca : 31 kali
BPD dan Pj Hukum Tua Desa Teep tak Harmonis lagi

indoBRITA, AMURANG – Kasus yang menimpa Penjabat Hukum Tua Desa Teep inisial MR belakangan ini menyita perhatian masyarakat pada umumnya. Bahkan hubungan kemitraan antara BPD dengan pemerintah desa jadi renggang alias tak harmonis.

Ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Desa Teep Kecamatan Amurang Barat Max Katihokang, S.Pd dihubungi awak media ikut membenarkan informasi diatas. ”Itu benar, bahkan setelah heboh dan viral di medsos BPD langsung menggelar rapat untuk menjadwalkan pemanggilan oknum Pj Hukum Tua Teep sekaligus mengklarifikasi dugaan kasus tersebut,”ujar Katihokang.

Dikatakan Katihokang, setelah menjadwalkan. BPD pun langsung menyurat kesatu, kedua dan ketiga juga tak kunjung hadir. Padahal, sebagaimana diketahui undangan BPD kepada oknum Pj Hukum Tua inisial MR hanya untuk klarifikasi.

Baca juga:  Satres Narkoba Polres Minsel Amankan 4 Paket Sabu

”Namun demikian, toh undangan sampai ketiga kalinya pun oknum penjabat tak memiliki etikat baik terhadap undangan resmi BPD. Bahwa, antara BPD dan Pemdes adalah mitra kerja. Oleh sebab itu, kami ingin ada pelurusan dalam dugaan kasus tersebut,” tegas ASN dilingkungan Dinas Pendidikan serta Kepemudaan dan Olahraga Minsel.

Menurutnya, setelah tiga kali undangan dan oknum penjabat hukum tua tak bisa hadir. Maka, dengan demikian BPD menjadwalkan rapat umum masyarakat.

”Jadwal rapat umum masyarakat, Sabtu (31/7/2021) esok pukul 10.00 WITA hingga selesai. Kami mengundang warga masyarakat Teep untuk meminta masukan terkait dugaan kasus tersebut. Kami juga mengundang Pj Hukum Tua MR untuk dapat mengklarifikasi dugaan kasus yang menimpanya,” kata Katihokang yang juga mantan Kepala SMPN 4 Amurang di Desa Teep.

Baca juga:  Rapid Test di Rudis Bupati, Lima Pejabat Eselon II Reaktif

Dari knformasi yang dihimpun awak media ini kasus dugaan amoral penjabat hukum tua MR ramai dibicarakan. Bahkan pun viral di medsos, tapi sayang oknum penjabat hukum tua tak mengakui dan diam seribu bahasa. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional