Menu

Memiriskan, 4 Bulan Rumokoy di Teep, Sudah Empat Kali Ganti Sekdes

  Dibaca : 70 kali
Memiriskan, 4 Bulan Rumokoy di Teep, Sudah Empat Kali Ganti Sekdes

indoBRITA, AMURANG – Empat bulan sekian sebagai Penjabat Hukum Tua Desa Teep Kecamatan Amurang Mersita Paula Rumokoy, S.IP sudah keempat kali mengganti sekretaris desa. Parahnya, pergantian sekdes tanpa sepengetahuan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Teep.

Ketua BPD Desa Teep Maxi Katihokang, S.Pd melalui Sekretaris Harvie Pondaag, S.Pd membenarkan hal tersebut. ”Ya, telah terjadi empat kali pergantian sekdes di pemerintahan Desa Teep. Herannya lagi, semua yang dilakukan oknum Penjabat Hukum Tua Desa Teep Mersita Paula Rumokoy, S.IP tidak sesuai aturan yang berlaku,”kata Pondaag.

Keempat nama sekdes adalah Mimi Katihokang, Olivya Kandouw, Ribka Tuturoong, S.Th (tapi mengundurkan diri) dan Meylan Mamangkey. ”Selain keempat sekdes, kepala jaga 6 dan 7 juga diganti karena mengundurkan diri. Kepala jaga 6 yaitu Jeyfi Runtu dan kepala jaga 7 Fijay Makapenas. Ditanya kenapa sekdes dan kepala jaga itu mengundurkan diri. Kata Pondaag, itu karena ternyata oknum Penjabat Hukum Tua tidak tahu aturan,” ujarnya lagi.

Baca juga:  Tokoh Pejuang Pemekaran Minsel Berharap Anggota DPRD Kritis Karena Pemerintah tak Pro Rakyat !

Selain itu, Pondaag menjelaskan kepala jaga yang mengundurkan diri langsung diisi dengan staff desa sebagai pelaksana tugas (Plt, red) untuk jaga 7 yaitu Kamaria Amin. Menjadi pertanyaan BPD kalau pergantian 13 perangkat desa tidak memiliki SK sebagaimana aturan yang berlaku.

”Jadi, lanjut dijelaskan bahwa apa yang dilakukan Penjabat Hukum Tua sama sekali tidak diketahui BPD. Padahal, BPD adalah lembaga tertinggi di desa. Sama halnya di daerah kabupaten/kota ada DPRD. Tapi, pada kenyataannya semua tanpa diketahui BPD. Mirisnya lagi, sejak penjabat masuk di Teep antara BPD dengan pemerintah desa belum saling baku dapa,” tegasnya.

Baca juga:  Bupati CEP Menghadiri Acara Sertijab Kepala BPK Perwakilan Sulut

Sumber yang bisa dipercayakan kepada awak media menceritakan kalau hasil chros chek dengan Dinas PMD Minsel ternyata pihak pemerintah desa Teep belum menyertakan laporan terkait pergantian baik sekdes maupun kepala jaga.

”Secara otomatis, Dinas PMD Minsel masih berdasarkan nama-nama lama dalam daftar perangkat desa. Bila terjadi pengusulan pembayaran gaji/upah perangkat tapi dibayarkan oknum penjabat hukum tua kepada perangkat lama, maka itu adalah salah sasaran. Maka dari itu, dimintakan kepada perangkat yang diganti untuk melapor ke instansi terkait,” ungkap sumber yang meminta namanya tak ditulis.

Sayangnya, Penjabat Hukum Tua Desa Teep Mersita Paula Rumokoy, S.IP belum berhasil dihubungi. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional