Menu

Pemprov Diminta Perjuangkan Pusdiklat Bulutangkis di Sulut

  Dibaca : 81 kali
Pemprov Diminta Perjuangkan Pusdiklat Bulutangkis di Sulut

indoBRITA, AMURANG – Sulawesi Utara dan sejumlah daerah lainnya memiliki juara-juara olshraga bulutangkis. Banyak harapan, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat memperjuangkan agar dibangun Pusat Pendidikan Latihan (Pusdiklat) bulutangkis di Manado atau dibeberapa daerah yang notabene memiliki atlit yang terbukti telah menyumbang medali untuk Indonesia.

Jacky Wauran, salah satu pemerhati olahraga bulutangkis ketika menghubungi awak media ini menjelaskan. ”Intinya, ada yang merespon positif baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun swasta seperti PB Djarum, PB Jaya Raya, PB Exist dan banyak lagi. Supaya bisa mengembangkan dan membangun Pusdiklat Bulutangkis di Sulut,”kata Wauran.

Lanjut kata Wauran, dibangunnya Pusdiklat guna mencari atlit-atlit bulutangkis di Sulut yang bisa regenerasi mengikuti jejak Flandy Limpele, Deyana Lomban, Lilyana Natsir, Greysia Polii, Winny Kandow dan Iksan Rumbay.

Baca juga:  Fatoni Minta 15 Kabupaten/kota Maksimalkan Penanganan Covid-19

”Otomatis, mereka sukses karena dilatih dari klub-klub kecil di Sulut. Namun bisa tembus dan masuk Pelatnas PBSI Cipayung Jakarta. Bahkan, bisa meraih emas Olimpiade berikutnya,” jelasnya lagi.

Wauran menegaskan ada lima alasan usulan diatas agar Sulut dan daerah lain bisa regenerasi atlit bulutangkis. 1. Atlet atlet Sulut punya kelebihan fisik, teknik dan bakat kemampuan diatas rata-rata jika main bulutangkis. Namun terkadang terhalang karena kurang mampu dalam pembiayaan, apalagi jika prestasi sudah tertinggi di Sulut. Namun tidak bisa bertanding di level nasional karena kendala biaya.

”Kedua, sarana Gedung Bulutangkis di Sulut masih kurang berkualitas baik jumlah lapangan maupun bahan lantai yang mudah cedera (blm berkarpet). 3. Kurang adanya sponsor sehingga minimnya pertandingan yang berdampak bagi atlet-atkit sehingga banyak yang jenuh dan patah semangat di tengah jalan,”ungkap Wauran lagi.

Baca juga:  Pemprov Sulut Pertanyakan Penilaian Ombudsman

Lanjutnya, keempat Pembinaan dan Pengurus kadang tidak bisa berkembang karena keteterbatasan biaya. Bahkan sering mengadakan pertandingan tua-tua yang hanya sekedar hobi atau kesenangan sesaat.

Dan kelima, saatnya berpikir bukan hanya stadion bola kaki. ”Tapi bulutangkis justru yang berprestasi saat ini juga butuh perhatian dan pengembangan manajemen yang bisa sungguh-sungguh mengangkat badminton Sulut. Dan itulah yang diharapkan saat ini yaitu manajemen Pusdiklat,”pungkas tokoh pejuang Minsel. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional