Menu

Beribadah, Jemaat GMIM Sentrum Mengaku Terganggu dengan Aktifitas Pasar Amurang

  Dibaca : 59 kali
Beribadah, Jemaat GMIM Sentrum  Mengaku Terganggu dengan Aktifitas Pasar Amurang

indoBRITA, AMURANG – Jemaat GMIM Sentrum Syaloom Amurang mengaku terganggu saat beribadah di rumah gereja setiap hari minggu. Pasalnya, parkiran kendaraan roda dua dan empat terjadi penumpukan di sekitaran rumah gereja. Hal itu terjadi karena adanya aktifitas pedagang di pasar Amurang.

”Ya, kami sebagai warga jemaat mengaku terganggu saat beribadah di rumah gereja setiap minggu, khususnya ibadah pukul 09.00 hingga selesai. Dimana, gangguan dimaksud yaitu masih banyak kendaraan yang lalu lalang dan parkir di samping gereja. Sekarang, jemaat datang ke gereja masih gunakan protokol kesehatan karena covid-19. Tapi, ternyata ibadah tetap terganggu gegara aktifitas pasar tersebut,” kata Sym. Meikel Pangkey.

Pangkey yang juga ketua LPM Kelurahan Uwuran Satu menyebut kalau ibadah tak bisa fokus. Termasuk saat hotbah oleh pendeta atau Pelsus. Bagaimana mungkin kami bisa fokus beribadah? Sementara kendaraan lalu lalang, bunyi klakson dan suara musik.

Baca juga:  Kapolres Minsel Cek Harga Sembako di Pasar Amurang

”Jadi, harusnya petugas pasar lebih bijak mencari solusi agar tidak terjadi gangguan saat ibadah. Kuncinya, saat jam ibadah ada petugas yang menjaga lokasi parkiran. Yang pasti, jemaat Sentrum Syaloom Amurang bisa fokus beribadah,” ujar Pangkey.

Diakuinya, pasar Amurang tak mengenal hari dalam beraktifitas. Bahkan sampai hari Minggu tetap beraktifitas. Karena memang, ini bagian dari PAD yang harus dicapai bersama.

”Tetapi, kalau hanya mencari untung semata. Tapi tidak memberi waktu bagi jemaat untuk fokus beribadah apa jadinya. Satu sisi, sudah terganggu dan tidak tahu apa yang dihotbahkan tersebut. Jujur, sangat kecewa dengan hal tersebut, namun usulannya apakah PD CWE bisa membuka pasar Minggu (khusus hari Minggu). Dan pengalihan pasar di seputaran rumah gereja dialihkan di boulevard Amurang,” usulnya.

Ketua BPMJ GMIM Sentrum Syaloom Amurang Pdt Rambles Mangalehe, M.Th ketika dikonfirmasi masalah diatas ikut membenarkan hal tersebut. ”Ya, itu benar. Katanya, waktu rapat kelurahan saya sampaikan beberapa hal soal kerinduan anggota jemaat dalam ibadah Minggu tidak terganggu. Hal mana, menjadi usulan agar petugas pasar bisa menjaga diseputaran gereja tidak ada parkiran kendaraan saat jam ibadah,” jelas pendeta Rambles.

Baca juga:  Lomban Buka Kegiatan Pelatihan Ketrampilan dan Bimbingan Bagi Perempuan

Ketua BPMW Amurang Satu ini berharap keinginan tersebut didukung semua Pelsus dan jemaat GMIM Sentrum Syaloom. Agar supaya saat ibadah berjalan dengan baik.

”Jadi, solusinya kepada pihak terkait untuk bisa bertindak dengan tegas agar masalah beribadah berjalan dengan baik. Bagaimanapun, masalah ini sudah cukup lama. Maka dari itu, kami minta pihak PD CWE Minsel untuk bertindak dan mencari solusi terbaik,” pungkasnya.

Direktur Utama PD CWE Minsel Claudio Lumowa belum bisa dikonfirmasi soal masalah diatas. ”Maaf, Dirut PD CWE lagi tugas luar. Tapi, soal kedatangan anda akan disampaikan ke bapak,” ucap staf yang minta namanya tak ditulis. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional