Tim Resmob Polda Sulut dan Resmob Minsel Amankan Pelaku Penganiayaan di Desa Pakuure

  • Whatsapp

IndoBRITA, MANADO–Tim Resmob Polda Sulut, dipimpim Katim Resmob AKP Muhammad Hasbi, berhasil mengamankan seorang pelaku penganiayaan berinisial OK alias Otniel, 47, warga Pakuure Dua Kecamatan Tenga, Rabu (22/09/2021).

Informasi dirangkum pelaku telah melakukan penganiayaan pada korban Benyamin Pangkey alias Benyak, 49, warga Pakuure Dua, Kecamatan Tenga, yang kejadiannya terjadi Selasa tanggal 21 September 2021, sekira 17.00 Wita.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Polda Sulut dan Jajaran Tingkatkan Kewaspadaan

Dimana pelaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan sebuah benda tajam jenis parang. Mengakibatkan korban mengalami luka di robek di wajah sebelah kiri, korban juga mengalami luka putus tangan kiri dan kanan, luka robek di bagian dada, luka robek di kedua kaki.

Selanjut Tim Resmob Polda Sulut, membawa dan menyerahkan pelaku ke Polres Munsel untuk proses hukum selanjutnya.

Menurut keterangan pelaku, bahwa dirinya khilaf, karena pada tahun 2013 silam, korban menganiaya pelaku dengan sajam dibagian kepala dan tangan, mengakibatkan pelaku menjalani perawatan medis selama tiga bulan.

“Waktu itu kita tidak sadar tiga bulan,” kata pelaku.

Nah, waktu kejadian ini pelaku baru kembali dari kebun. Di jalan dia bersama temannya berbincang, tiba-tiba korban menggunakan sepeda motor menghampirinya. Dengan cepat pelaku langsung menebas koran berulang kali.

Baca juga:  Oknum Aktivis Bolmong Ditetapkan Tersangka oleh Polda Sulut

“Kita tako dia bage duluan, kita langsung cabu peda kong potong,” singkatnya.

Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara membenarkan mengamankan seorang pelaku penganiayaan berat.

“Resmob Polres Minsel dan Resmob Polda Sulut dengan upaya penggalangan pada pihak keluarga, akhirnya pelaku mau menyerahkan diri pada Resmob Polda Sulut dan Resmob Polda Sulut menyerahkan pada kami untuk dilanjutkan ke proses penyelidikan dan juga pemberkasan,” kata Kasat Reskrim saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menambahkan bahwa pelaku dikenakan pasal 351 ayat 2 dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.(hng)

Pos terkait