Jalur Hijau Boulevard Amurang jadi Lokasi Bongkar Muat Ikan?

  • Whatsapp

indoBRITA, AMURANG – Jalur hijau boulevard Amurang kini beruba fungsi. Apa pasal, jalur tersebut menjadi tempat bongkar muat ikan atau TPI bayangan oleh pemilik Pajeko yang tak tahu aturan. Namun, pemerintah pun enggan menindaknya?

Hanny Hanter Pantow, tokoh Amurang ketika bersua mengaku kecewa dengan kondisi jalan boulevard lebih khusus jalur hijau yang beruba fungsi. Pasalnya, jalur tersebut telah dijadikan tempat bongkar ikan para pemilik Pajeko dan Pelang. Padahal, di Amurang ada pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kawangkoan Bawah, Amurang Timur.

”Di Amurang Minsel so ada TPI. Tapi, herannya kenapa justru jalur hijau boulevard dijadikan lokasi bongkar muat ikan oleh pemilik Pajeko dan Pelang asal Amurang. Sayangnya lagi, pemerintah justru enggan bertindak dengan kondisi diatas,” tanya Pantow.

Baca juga:  Pemkot Tomohon Teken MoU Dengan GIFF

Jadi, Pantow menjelaskan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Namun, kenapa justru pemerintah diam.
Kenapa pemerintah diam. Ada apa dengan hal tersebut?

”Menjadi pertanyaannya, seharusnya jalur boulevard Amurang lebih khusus jalur hijau antara pantai harus bersih dari hal-hal diatas. Tapi, justru jalan boulevard Amurang terlihat amburadul serta kotor dari TPI bodong,” kata Ketua LAKI Minsel dengan nada keras.

Lain lagi kata Ketua Umum Manguni Rondor Indonesia (MRI) Donny Tutu, bukan hanya Pajeko dan Pelang yang melakukan bongkar muat ikan di jalur boulevard. ”Tapi, kondisi tersebut juga banyaknya kios-kios di jalur boulevard yang membuat pemandangan terjelek serta bau busuk. Inikah pusat kota Amurang yang menjadi ikon Amurang, Minsel sebagai jalan boulevard satu-satunya di Amurang,” tegas Tutu.

Baca juga:  MEP-VT Resmi Didaulat Delapan Partai

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Minsel Ir Alexander Sonambela, M. Si melalui Kepala Bidang TPI Ir Benny Poli menjelaskan bahwa pemilik Pajeko dan Pelang serta katinting sudah menandatangani surat pernyataan tidak akan membongkar muat ikan diluar TPI.

”Jika didapati ada Pajeko yang bongkar muat ikan diluar TPI, maka instansi terkait akan berkoordinasi dengan DKP Sulut untuk bertindak oknum pemilik Pajeko tersebut. Tapi, memang kami sudah banyak mendapat informasi soal tidak patuhnya para pemilik Pajeko yang melakukan bongkar muat ikan di jalur boulevard atau jalur hijau tersebut. Jadi, semua informasi akan kami koordinasi dengan provinsi lagi,” ucap Poli yang camat Amurang Timur. (ape)

Pos terkait