Soal Jalur Hijau Jalan Boulevard Amurang, Ini Penjelasan Kabid Tata Ruang & Pertanahan

  • Whatsapp

indoBRITA, AMURANG – Jalur hijau jalan Boulevard Amurang ramai dibicarakan warga Amurang pada umumnya. Pasalnya, jalan yang dibangun menggunakan APBN sewaktu bupati CEP dan wakil bupati FDW nyaris sempurna. Namun, seiring pergantian pemimpin jalan tersebut justru dibangun sejumlah kios dan dijadikan bongkar muat ikan segar.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Minsel melalui Kepala Bidang Tata Ruang & Pertanahan Lydia Tumiwa, ST menanggapi pertanyaan awak media. ”Soal sorotan bahwa jalur hijau jalan Boulevard Amurang telah beruba fungsi sebagai tempat sandar kapal dan bongkar muat ikan segar. Ya itu benar, tapi mereka (pemilik kapal/Pajeko mestinya tahu aturan soal hal diatas). Jangan sudah tahu, tapi tetap melawan aturan yang berlaku,” kata Tumiwa.

Dikatakan Tumiwa, bahwa sorotan warga Amurang terkait jalur hijau jalan Boulevard Amurang yang telah berubah fungsi oleh oknum pemilik kapal/Pajeko atau Pelang serta katinting tanpa izin itu bertentangan. ”Sekali lagi, saya minta sebelum petugas melakukan rahasia, sebaiknya para pemilik kapal Pajeko/Pelang atau katinting yang biasa bongkar muat ikan segera angkat kaki dari lokasi tersebut. Ingat, kami akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan Minsel serta Sat Pol PP Minsel,” ujarnya.

Baca juga:  MEP-VT Resmi Didaulat Delapan Partai

Jadi, perempuan pertama yang diangkat sebagai kabid di bidang ini menjelaskan bahwa pada prinsipnya, pihaknya baru akan menggelar koordinasi dengan pihak terkait. Tetapi, kami tidak tahu kapan berlangsungnya. Namun, apabila sudah atau sedang bertindak maka koordinasinya berjalan dengan baik.

”Sekali lagi, sesuai aturan bahwa jalur hijau jalan Boulevard Amurang harus kosong dan tidak juga dimanfaatkan warga. Seperti aktifitas bongkar muat ikan dan dibangun kios-kios dalam rangka kepentingan bisnis tertentu oknum-oknum tak bertanggungjawab. Sekali lagi, saya sampaikan kalau sorotan warga sangat baik. Namun, semuanya ada solusi yang mapan agar tidak ada yang dirugikan,” tegas Tumiwa.

Baca juga:  Saksi Sebut Bupati Minut dan Mantan Kapolresta Manado Hadir dalam Pembahasan Pengajuan Proposal Pemecah Ombak

Ketua Umum Manguni Rondor Indonesia Donnie Tutu mengapresiasi penjelasan serta solusi terkat sorotan jalan Boulevard Amurang khususnya jalur hijau yang kini berubah fungsi. ”Semoga ada tindakan persuasif dan jalan Boulevard Amurang jadi ikon terbaik milik Amurang dan Minsel. Mari torang sama-sama jaga aset-aset yang dibangun pemerintah dan bukan untuk kepentingan oknum tertentu. Mari sama-sama Torang lestarikan, agar rakyat Amurang dan Minsel sejahtera dan mandiri serta maju,” ungkap Tutu yang mengaku peduli terhadap aset-aset umum tapi dimanfaatkan oknum tertentu. (ape)

Pos terkait