Pemilihan Duta GenRe, Bupati Delis Minta Generasi Muda Arif Sikapi Perubahan

  • Whatsapp
Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menyerahkan piagam kepada remaja berprestasi (Foto: ist)

indoBRITA, Morowali-Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi mengingatkan cepat arus perubahan di era globalisasi.  Lalu lintas informasi menurut dia tak bisa lagi dibatasi, ada yang positif dan ada pula yang negatif.

Bagi Delis, kondisi seperti ini membutuhkan kearifan untuk memilah mana yang layak ditiru dan mana yang tidak. “Salah mengambil langkah, fatal akibatnya. Dunia sudah berubah dan bergerak cepat. Di sinilah dibutuhkan kearifan agar tidak salah melangkah,” ujar Bupati Delis saat membuka workshop Tentang Kita dan Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Morowali Utara tahun 2021 di Kolonodale, Kamis (21/10/2021).

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Poso Juara Lomba Perahu Naga di HUT Morut

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Morowali Utara.

GenRe adalah singkatan Generasi Berencana. Ini merupakan program yang dikembangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan kelompok sasaran program remaja yang berusia 10-24 tahun dan belum menikah. Pemilihan Duta GenRe ini diikuti 20 peserta yang mewakili 10 kecamatan se Morut.

Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah Dra. Maria Ernawati, MM, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Morut Drs. Romelius Sapara, dan sejumlah undangan lainnya.

Menurut Bupati, para remaja harus hati-hati dan bisa memilih mana yang baik atau sebaliknya. Begitupun dalam menentukan masa depan, harus dirancang dan direncanakan mulai saat ini.

“Dalam perjalanan itu pasti ada tantangan, ada riak-riak. Hadapilah tantangan itu dengan pikiran-positif serta perilaku yang baik,” katanya.

Baca juga:  Persoalan Tenaga Kerja, Anggota DPRD Sulut Dilapor

Bupati menambahkan, tidak ada cita-cita yang diraih tanpa kerja keras. Tidak ada cita-cita yang diraih tanpa ketekunan dan pengorbanan.

Dalam perjuangan itu, sudah pasti ada air mata yang tertumpah, ada keringat yang menetes. Hal lainnya, lanjut bupati, kontrol pergaulan dan jangan salah memilih teman, apalagi teman khusus alias pacar.

“Seringkali kita gagal bukan karena kita tidak pintar, seringkali kita gagal bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena salah bergaul,” katanya mengingatkan.

Bupati juga mengungkap sebuah penelitian yang mengatakan bahwa angka perceraian di Pulau Jawa belakangan ini cenderung meningkat. Salah satu penyebab tak akibat banyaknya pernikahan dini.

“Ini karena secara mentalitas para remaja itu belum siap memasuki dunia pernikahan. Karena itu tidak dianjurkan untuk melakukan perkawinan remaja,” ujarnya. (jhn

 

Pos terkait