Jalan Paving Block Benteng Moraya Rusak, LSM Minta Kadis-PPK dan Kontraktor Bertanggungjawab

  • Whatsapp
Genangan air di jalan paving block Benteng Moraya (Foto: RK)

indoBRITA, Tondano-Jalan paving block di area Benteng Moraya Tondano menjadi perhatian banyak kalangan. Ini karena jalan tersebut  dalam kondisi memprihatinkan. Nampak genangan air di beberapa titik.

Di bagian lainnya, paving block sudah tercabut dan rusak. Tak hanya itu, jalan sudah tak rata alias bergelombang. Butuh kehati-hatian untuk melintasi jalan tersebut.

Bacaan Lainnya

Penuturan beberapa warga setempat, kondisi tersebut terjadi karena pembangunan jalan paving block tak melalui proses pengerasan.

“Lokasi ini awalnya adalah tanah becek. Pelaksana pembangunan ini hanya memadatkan tanah becek dengan pasir dan tidak menggunakan wales. Setelah itu langsung dipasang paving block, makanya kondisi jalan jadi seperti ini,” ujar salah satu warga saat ditemui wartawan di Benteng Moraya, Senin (25/10/2021).

Baca juga:  Aktivis LSM Nilai Pembangunan Dermaga-Kanal di Area Benteng Moraya Mubasir

Diketahui, pembangunan jalan paving block ini merupakan proyek di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa tahun 2018 berbanderol Rp. 1.669.575.000 (APBD Minahasa) dengan pelaksana yaitu Jonathan Contraktor. Adapun nama proyeknya yaitu pembuatan jalur pejalan kaki/jalan setapak/jalan dalam kawasan, boardwalk, pedestrian dan tempat pakir.

Atas kondisi tersebut, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) meminta instansi terkait dan kontraktor yang mengerjakannya bertanggungjawab. Mereka menilai proyek asal jadi.

“Masakan pembangunannya dikerjakan tahun 2018 tapi kini kondisi sudah rusak. Kuat dugaan terjadi korupsi dalam proyek tersebut,” ujar pimpinan Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) Sulut, Jonathan Mogonta.

Baca juga:  Noldy Pratasis: Deklarasi untuk Apa? Ganti Presiden Itu Urusan Rakyat via Bilik Suara

Senada dikatakan Yamin Makuasang, Ketua Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Sulut.“Ada ketidakberesan dalam pekerjaan pembangunan jalan paving block. Hasil investigasi juga terungkap bahwa pemadatan tanah becek hanya dengan pasir. Ya, bisa ada korupsi dalam proyek Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tersebut,” ucapnya.

Baik Jonathan maupun Yamin akan membuat laporan ke aparat hukum guna menelusuri dugaan korupsi yang terjadi.“Pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut masing-masing Kadis Pariwisata, PPK dan kontraktornya harus diperiksa. Fakta di lapangan menunjukkan ketidakbecusan mereka. Jika perlu tangkap dan penjarakan mereka,” ujar Jonathan yang dibenarkan Yamin.  (*/tim/red)

 

 

Pos terkait