Pembangunan Rumah Relokasi Korban Kebakaran Diawasi Kejari Bitung

Kajari Bitung Frengkie Son (kiri) dan Kadis Perkim Hendri Sakul.(ist)

indoBRITA, Bitung— Sebanyak 200 unit rumah yang sementara dibangun di kompleks Waleleng Kelurahan Pinokalan Kecamatan Danowudu oleh Pemkot Bitung guna relokasi warga korban kebakaran tak luput dari pengawasan Kejaksaan Negeri Bitung.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung Frenkie Son yang dikonfirmasi, Kamis (28/10/2021) mengaku, bahwa pembangunan rumah relokasi warga itu juga masuk dalam pengawasan pendampingan pihak Kejaksaan.

Bacaan Lainnya

“Selain pembangunan Rumah Sakit Pratama, kita juga mengawasi dan melakukan penampingan terhadap pembangunan perumahan relokasi tersebut,” ujarnya.

Baca juga:  Yonmarhanlan VIII Sambut Komandan Korps Marinir Dengan Tarian Perang Minahasa

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bitung Hendri Sakul menjelaskan, pembangunan kawasan perumahan bagi relokasi warga korban kebakaran Kelurahan Bitung Tengah Kecamatan Maesa tersebut menelan anggaran sekira Rp24 Miliar yang proyeknya terdapat di Dinas Perkim dan Dinas PU dan berasal dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian PUPR memang mendapat pendampingan dari pihak Kejari Bitung.

“Ada sekitar Dua Puluh Miliar yang dikelola di Perkim sementara sisanya ada di Dinas PUPR,” beber Sakul.

Lebih jauh, menurut dia, Perumahan ini nantinya diberikan gratis pada warga termasuk dengan sertifikat hak milik pada masing-masing penerima.

“Luasnya 4 Hektare dengan jalan paving serta luas tanah yang akan diberikan masing-masing sebesar 8 meter dikali  15 meter,” bebernya.

Baca juga:  Tiga Juta Batang Rokok Bercukai Palsu Dimusnahkan Kejari Bitung

Dijelaskan juga, perumahan relokasi ini menggunakan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terintegrasi dimana masing-masing 50 rumah akan terhubung dalam satu bak penampungan.

Disentil soal status tanah, Sakul menjelaskan, saat ini tidak lagi ada kendala sebab, tanah tersebut memang milik Pemerintah.

“Nah saat ini pembangunan perumahan tersebut hampir mencapai 30 persen, memang kita perkirakan pembangunan ini akan berlanjut hingga tahun depan karena sistem transfer dana DAK yang dilakukan secara bertahap namun untuk fasilitasnya semuanya sudah rampung di akhir tahun,” tutupnya.(yet)

Pos terkait