Menyalahi Aturan, Durandt: Fee Proyek Dihilangkan

indoBRITA, Amurang – Fee proyek dipertanyakan kalangan warga masyarakat Minahasa Selatan. Pasalnya, free proyek telah jadi momok menakutkan bagi kalangan kontraktor kecil. Maka dari itu, usul para kontraktor kepada Plt Kepala Dinas PUPR Minsel Roy Durand untuk hilangkan free proyek tersebut.

Demikian kata Jantje Durandt saat berbincang-bincang dengan awak media di komplek Dinas PUPR Minsel. Katanya, di pandemi covid-19 saat ini justru lebih ‘panas’ soal free proyek. Karena, informasi fee proyek diberikan kepada atasan tertinggi.

”Maka dari itu, Durandt tegaskan agar pak Roy Durand yang telah berpengalaman luas harus terapkan diatas. Karena, hal diatas sudah menyalahi aturan,” katanya.

Baca juga:  Berkunjung ke Bitung, Danrem 131/Santiago Manado Ajak Warga Saling Menjaga Selama Pandemi Covid-19

Durandt menjelaskan lagi, cara-cara tersebut sangat meresahkan. Yang pasti, cara demikian di Minsel. ”Rata-rata pemilik jasa konstruksi wajib menyediakan free proyek, biar berjalan dengan baik. Parahnya, nilai fee proyek dari 15 hingga 30 persen dari nilai pagu yang ditetapkan,” ungkapnya keras.

Ditambahkannya, selain fee proyek. Durandt minta pak kadis yang baru untuk bedahi sebaik-baiknya lingkungan Dinas PUPR Minsel. Usulnya juga, PL sekalipun diminta ditender.

”Seibgatnya, bupati FDW dalam visi misinya ingin lakukan yang terbaik di Minsel. Agar, semua pekerjaan proyek terjadi kualitas mumpuni. Namun, kalau justru free proyek lebih besar, pasti kualitasnya dibawah standar,” ungkap wakil ketua MSCW Minsel. (ape)

Baca juga:  Apel Perdana ASN dan THL, Bupati CEP Akui APBD 2020 Belum Terealisasi?

Pos terkait