Aktivis LSM Nilai Pembangunan Dermaga-Kanal di Area Benteng Moraya Mubasir

Kondisi Bangunan dermaga di area Benteng Moraya yang tidak pernah difungsikan (Foto: dok IBC)

indoBRITA, Tondano-Pembangunan dermaga dan kanal di area Benteng Moraya Tondano jadi sorotan kalangan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Mereka menilai proyek yang digarap Dinas Perhubungan Minahasa tahun 2018 itu mubasir.

“Sepengetahuan saya, proyek ini tidak pernah difungsikan.  Seperti teman-teman wartawan lihat, kondisi bangunan  dermaga dan area kanal saat ini sangat memprihatinkan,” kata Ketua Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI), Yamin Makuasang kepada wartawan di Tondano, Sabtu (14/11/2011).

Bacaan Lainnya
Baca juga:  JWS Kukuhkan Paskibraka Kabupaten Minahasa 2017
Area kanal yang tertutup eceng gondok (Foto: dok IBC)

Pantauan lapangan sejumlah aktivis LSM dan wartawan, bangunan dermaga rusak. Sementara kanal tertutup eceng gondok.

“Menjauh dari situ kawan, bangunan seperti mau roboh. Pengerjaan proyek diduga tidak sesuai spek. Jadi perlu ditelusuri,“ ujar pimpinan Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan  (PAMI-P) Sulut, Jonathan Mogonta saat beberapa wartawan hendak mengambil gambar dari dekat.

Selain tak sesuai spek, Jonathan menduga perencanaan tidak matang. “Kami akan meminta pertanggungjawaban kepada dinas terkait dan kontraktor atau perusahaan pelaksana proyek,” ungkapnya.

Sesuai data, anggaran pembangunan dermaga di area Benteng Moraya sebesar Rp487.177.000 dan pembangunan kanal senilai Rp1.165.015.000. Anggaran ini bersumber dari APBD Minahasa Tahun 2018.

Baca juga:  Kecamatan Wanea Respon Baik Adanya Kanal Pengaduan "Camat Laporkan

“Proyek ini merugikan negara karena tidak difungsikan. Kami akan membawa ini ke ranah hukum agar menjadi pembelajaran,” ujar Jerry Rumagit dari LSM Gempindo. (*/tim/red)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait