Buah Alpukat Dibutuhkan Pasar Dunia, Umpel: Petani Minsel Diajak Tanam Alpukat

  • Whatsapp

indoBRITA, Amurang – Dimana-mana buah Alpukat dicari. Bahkan kebutuhan buah alpukat sangat tinggi. Dengan demikian, ajak kepada petani Minahasa Selatan untuk menanam buah alpukat. Sebab, tak hanya orang Minsel atau Sulut yang membutuhkannya. Namun, pasar dunia sekalipun membutuhkan buah alpukat.

George Jull Umpel, selaku Ahli Andalan KTNA Nasional dan Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) KTNA Nasional menjelaskan, bahwa buah alpukat bukan hanya dibutuhkan oleh orang Indonesia, tapi juga dibutuhkan pasar dunia.

”Nah, Minahasa Selatan khususnya cocok sekali tanaman alpukat. Terutama tanam dibawah pohon kelapa. Sekarang, buah alpukat tidak cukup untuk kebutuhan pasar, baik nasional maupun internasional. Sedangkan penanam buah alpukat sangat mudah ditanam dibawah pohon kelapa,” ujar Umpel.

Baca juga:  Terima Kasih Gubernur OD, Jalan Kakenturan Modoinding Menuju Desa Kokapoy Telah Dibangun

Menurutnya, dengan ketentuan teknologinya tidak boleh menggunakan pupuk kimia. Tetapi, untuk percepatan buah harus digunakan pupuk organik ‘bokashi’.

”Tujuan untuk unsur hara dalam tanah, dengan peranan mikro organisme dalam pupuk tersebut. Sekaligus merobah struktur tanah menjadi gembur. Sehingga pertumbuhan tanaman cepat yaitu 3 hingga 4 tahun sudah berbuah,” ajaknya.

Umpel juga menjelaskan, tanaman buah alpukat ini sangat menguntungkan petani. Karena alpukat rutin berbuah. Artinya, kalau kita rajin memeliharanya. Untuk kepentingan masyarakat petani, tanaman tumpang sari yang paling cocok dibawah pohon kelapa yaitu antara lain alpukat.

”Jadi, petani jangan terlalu berharap pada tanaman kelapa (Monokultur), jadi perlu ada diversifikasi tanaman. Sehingga pendapatan petani semakin bertambah dalam suatu areal lahan. Karena tanaman ini sangat dibutuhkan oleh pasar dunia. Maka ajaknya, petani di Minsel untuk bercocok tanam buah alpukat. Tetapi, pemerintah juga harus membantu petani untuk menyediakan benih/bibit okulasi supaya cepat tumbuh dan berbuah dan menghasilkannya,” ungkapnya.

Baca juga:  JIK Perjuangkan Jembatan Penghubung Jalan Pariwisata Desa Pakuweru Utara

Dari amatan media ini, tidak banyak petani Minsel yang menanam buah alpukat. Justru jagung dan buah lainnya yang banyak ditanam. Sementara banyak pedagang dengan kendaraan mereka turun ke desa-desa untuk mendapatkan buah alpukat. Rata-rata, pedagang datang dari Manado, Tomohon dan Bitung. (ape)

Pos terkait