Orang Politik Menyusup selaku Kontak Tani, Umpel: Organisasi Profesi akan Tercemar Politik Praktis

  • Whatsapp

indoBRITA, Amurang – George J Umpel, selaku Ahli Andalan KTNA Nasional dan Dewan Pertimbangan Organisasi KTNA Nasional mempertanyakan sejumlah oknum ASN/TNI dan Polri aktif yang terjun sebagai petani. Padahal, sesuai aturan yang berlaku baik ASN/TNI serta Polri tetap menjalankan tugas masing-masing.

”Yang dimaksud kelompok tani dan kelompok kontak tani yaitu, kelompok tani adalah kelompok KTNA atau pemimpin kelompok-kelompok tani. Menjadi seorang kontak tani andalan itu tidak mudah. Pertama, harus benar-benar seorang petani. Yaitu, hidupnya bergantung pada usaha taninya,” ujar Umpel.

Dikatakan Umpel lagi, dia harus tergabung dalam satu organisasi kelompok tani. Untuk menjadi kontak tani, dia harus menjadi contoh teladan, bahkan tempat sharing tentang teknologi pertanian.

”Dengan demikian, dia akan terpilih selaku ketua kelompok tani. Karena teman-teman petaninya, mengingat dia selaku buruh mereka, yang suka rela membagi ilmu. Sehingga, diapun harus menjadi mitra kerja pemerintah dan pengusaha,” katanya tegas.

Baca juga:  Kabar Baik Buat Honorer Penyuluh Agama Non PNS Tahun 2019 Gaji Naik

Sebab itu, tambah dosen terbang julukan GJ Umpel tersebut lebih menjelaskan, seorang kontak tani nelayan, harus menguasai hal-hal sebagai berikut.
”Pengertian kelompok tani nelayan adalah, petani nelayan yang terkait secara nonformal atas dasar keserasian, keabsahan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi dan sumberdaya). Kesamaan kepentingan dan saling percaya dipimpin oleh seorang ketua,” jelasnya.

Kelompok KTNA adalah mitra kerja pemerintah dan pengusaha. Juga pembawa aspirasi petani nelayan, dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam pembangunan pertanian. Kelompok tani nelayan memiliki tiga fungsi utama.
”Pertama, sebagai kelas belajar tentang berbagai ilmu dan ketrampilan berusaha. Kedua, sebagai unit produksi, yang memproduksi berbagai komuditas, sebagai realisasi dari rencana usaha tani nelayan. Bersama untuk mencapai skala enonomi yang efisien, berkonotasi pada permintaan pasar dan potensi wilayah serta teknologi maju,” ucapnya.
Ketiga, sebagai wadah kerjasama antara anggota kelompok, maupun antar kelompok dengan pihak lain (perusahaan kelembagaan ekonomi). Untuk mencapai produktifitas, yang lebih tinggi dan menguntungkan.

Baca juga:  Di Musyawarah Kerja Kepsek, Wagub Kandouw Tekankan Ini

Jadi, lanjut GJ Umpel, sudah jelas bahwa dalam aturan yang ada, kalau ASN/TNI dan Polri aktif tak bisa masuk dalam jajaran tani. Kecuali, ASN/TNI dan Polri itu sudah memasuki masa pensiun. ”Sekali lagi, yang tak boleh jadi kontak tani adalah ASN/TNI serta Polri dan atau orang politik serta pemimpin parpol. Umpel menegaskan, ternyata hal-hal diatas banyak terjadi di Sulawesi Utara,” ungkapnya.

Menurut Umpel, bila orang politik menyusup selaku kontak tani, maka organisasi kontak tani yang adalah organisasi profesi akan berubah/tercemar oleh politik praktis. ”Sehingga yang dipanen bukan peningkatan produksi pertanian, tapi kemunafikan politik yang akan dipanen. Sebab itu, dihimbau pejabat departemen pertanian selaku pembina kelompok tani, harus menjaga kemurnian organisasi petani dari pengaruh politik,” pungkasnya julukan profesor tani. (ape)

Pos terkait