Minsel Kecipratan Bantuan Bibit Jagung 2.500 Hektar, Sanger: Melalui APBDP Sulut 2021

  • Whatsapp

indoBRITA, Amurang – Berawal kekurangan bibit jagung dimasa tanam tahun 2021. Petani Minsel pun angkat suara dan meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Melihat hal itu, suara para petani tersebut sampai terdengar kepada Bupati Franky Donny Wongkar. Alhasil, bupati pun langsung memanggil Kepala Dinas Pertanian Franki Pasla untuk memastikan kekurangan bibit jagung melalui APBD Minsel tahun 2021.

”Ya, saya tak mau tahu, kalau masalah bibit jagung harus ada dan diberikan kepada petani melalui kelompok tani di Minsel. Sekali, saya pun akan memperjuangkan kepada gubernur Olly Dondokambey melalui Dinas Pertanian Sulut. Ternyata, setelah beberapa bulan usulan tersebut membuahkan hasil gemilang. Dan pasti, perjuangan bupati dan wakil bupati Petra Yani Rembang tak sia-sia,” kata Pasla seperti penuturan bupati FDW.

Jadi, lanjut Pasla awal Desember 2021, Minsel kecipratan 2.500 hektar dari jumlah 800 kelompok tani se-Minsel. Itupun, telah disiasati yang belum pernah mendapat bantuan bibit jagung akan direalisasi.

”Sekali lagi, bantuan bibit jagung berasal dari Provinsi Sulut melalui Dinas Pertanian Sulut harus disyukuri. Sebab, karena pandemi APBD induk Minsel tahun 2021 terjadi refokusing ke anggaran covid-19. Dengan demikian, jumlah 800 kelompok tani di Minsel belum semua mendapat bantuan. Tapi, pihaknya berjanji APBD 2022 petani yang masuk ke kelompok tani akan diprioritas,” katanya.

Baca juga:  Polsek Amurang Evakuasi Mobil ‘Doger’ yang Dirusak Massa di Desa Ranoketang

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Minsel Marvil Sanger, SH menjelaskan lebih rinci. ”Bahwa, keluhan para petani Minsel langsung direspon bupati FDW dan wabup PYR. Dengan demikian, APBD Minsel 2021 belum menganggarkan pengadaan bibit jagung. Tapi, berkat perjuangan bupati dan wabup hal tersebut direalisasi melalui Dinas Pertanian Sulut,” ujar Sanger.

Sebagaimana informasi diatas, pihaknya telah melakukan pendataan kelompok tani di Minsel. Dari jumlah 800 kelompok tani dipastikan belum semua kebagian bantuan bibit jagung. Artinya, kami harus siasati bagi kelompok tani yang sudah sering mendapat bantuan bibit jagung tahun ini belum. Namun, bagi kelompok tani yang belum pernah akan diprioritas.

Baca juga:  1.500 Rumah Swadaya Siap Dibangun di Sulut, DPRD Minta Pemerataan

”Tak hanya itu saja, setelah disetujui Pemprov Sulut, Dinas Pertanian Minsel langsung mengirim KTP ketua kelompok tani yang belum mendapat bantuan. Hasilnya pun, tim bentukan Dinas Pertanisn Sulut langsung turun lapangan dan mengecek keberadaan kelompok tani tersebut di Dinas Pertanian Minsel,” jelas pria berkacamata tersebut.

Menurut Sanger yang alumni Hukum Ekonomi Unsrat Manado, informasi awal Desember 2021 penyaluran bantuan bibit jagung dilaksanakan. ”Sekali lagi, pihaknya telah menginformasikan melalui penyuluh pertanian di BPP se-Minsel. Artinya, soal tanggal penyaluran belum diketahui secara pasti. Namun, diharapkan bagi kelompok tani tersebut harus siap ditempat dan akan dilakukan penandatanganan berita acara penyerahan bantuan,” ungkapnya.

Dari informasi yang dirangkum awak media Dinas Pertanian Minsel telah selesai memilah kelompok tani yang belum pernah mendapat jatah bantuan. Bahkan, sejumlah staf terlihat sibuk dengan berkas-berkas yang siap disertakan setelah bantuan turun. Diketahui, 2.500 hektar beradal dari 800 kelompok tani di 16 kecamatan, minus kecamatan Modoinding. (ape)

 

Pos terkait