Pohon di Jln Trans Sulawesi Mengancam Pengendara dan Pejalan Kaki serta Warga Sekitar

  • Whatsapp

indoBRITA, Amurang – Pejalan kaki dan pengendara roda dua dan empat serta warga sekitar disepanjang jalan Trans Sulawesi, mengaku terancam. Pasalnya, pohon jenis mahoni di sekitar jembatan Ranoyapo, Buyungon apabila angin dan hujan atau cuaca buruk membuat warga sekitar dan pengendara mengaku harus extra hati-hati.

Janie Werupangkey, satu diantara warga disekitar jalan Trans Sulawesi mengaku sering melihat situasi ketakutan para pengendara kendaraan roda dua dan empat. Termasuk pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan mengaku takut apabila cuaca angin dan hujan tiba.

”Makanya, Werupangkey mengusulkan kepada Dinas Lingkungan Hidup Minsel atau PT PLN untuk mengamankannya. Karena memang, apabila kondisi curah hujan disertai angin kencang rasa takut menghantui warga dan pengendara. Jadi usulnya, biar aman dipangkas saja. Agar situasi terkendali dan aman dari masalah,” ujarnya.

Baca juga:  Sumual Kembali Bersaing di Pilkada Minsel

Lanjut kata Werupangkey, tak hanya pohon disekitar jembatan Ranoyapo saja. Tapi, pohon-pohon di jalan Trans Sulawesi pada umumnya diminta untuk dipangkas saja. Yang terparah di depan Kantor Camat Amurang serta POM Amurang dan juga di pekuburan Amurang pohon-pohon tumbuh subur.

”Sekali lagi, usulnya jangan nanti sudah ada korban jiwa baru ada tindakan dari instansi terkait. Saya melihat justru pihak PLN sudah melakukannya. Maka dari itu, harapannya biar tak terjadi masalah sebaiknya diperhatikan,” tegasnya.

Senada diungkapkan Donny Sangkay, pengendara roda dua mengakui kalau cuaca hujan disertai angin kencang tak harus lewati jln Trans Sulawesi, khususnya sekitaran jembatan Ranoyapo.

Baca juga:  Ketum HT Apresiasi Jacko Tetap Kritis Demi Perjuangkan Rakyat Kecil

”Dari pada terjadi masalah sebaiknya tunda melewati jln tersebut. Tapi, apa yang disampaikan Janie Werupangkey, segera ditindaklanjuti instansi terkait biar aman dan terkendali,” ungkap Sangkay.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Minsel Roi Sumangkut belum berhasil dikonfirmasi terkait hal diatas. (ape)

Pos terkait