SMK Negeri 1 Manado Berlakukan PTM, Rumerung Tegaskan Prokes Ketat

indoBRITA, Manado – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Manado sudah mulai berlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kepala Sekolah Jenner Rumerung mengatakan para siswa yang mengikuti proses belajar mengajar secara langsung ini masih mengikuti jadwal yang telah dibuat. Yang dimulai pukul 07.15 WITA dan berakhir pada pukul 13.00 WITA.

“Kalau hari Senin itu yang masuk sekolah kelas X dan XII, Selasa untuk kelas XI dan XII, Rabu balik lagi seperti hari Senin dan seterusnya,” ungkap Rumerung, Selasa (11/1/2022).

Jadwal ini, kata dia, hanya diterapkan sepanjang Januari, untuk bulan Februari akan berubah.

“Bulan depan yang masuk itu kelas X dan XII. Sementara kelas XI akan mengikuti PKL (Praktek Kerja Lapangan),” bebernya.

Kendati demikian, Rumerung pun mengingatkan para anak didik selalu menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat. Yakni 6M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas, Menghindari makan bersama).

Baca juga:  Kembangkan Pendidikan dan Iptek, Pemkot Bitung Jalin Kerja Sama Dengan STBM Duasudara

“Biasanya anak-anak kalau makan lepas masker, coba biasakan saat makan tidak banyak ngobrol dengan teman-teman lain,” tegasnya.

Rumerung juga mengungkapkan bahwa dalam 3 hari ini PTM di sekolah yang dipimpinnya masih dalam proses penyesuaian.

“Setelah itu kami akan lebih ketat lagi, karena tiga hari ini masih termasuk dalam sosialisasi,” terangnya.

Selain menerapkan Prokes ketat, Rumerung juga mengatakan bahwa di SMKN 1 Manado telah dibentuk Tim Covid 19.

“Kami sudah bentuk tim covid 19 yang terdiri dari petugas UKS/PMR dan juga  melibatkan komite (ortu). Diharapkan dengan adanya tim covid 19, PTM 100 persen di SMKN 1 Manado bisa berjalan dengan maksimal,” tandasnya.

Adapun untuk meminimalisir adanya kasus Covid-19 di SMK N 1 Manado, kata Rumerung, para siswa sebelum masuk ke sekolah mewajikan melakukan scan barcode di aplikasi Peduli Lindungi.

Baca juga:  Kepsek: Ruang Praktek Siswa SMK Negeri 5 Manado Sudah Rampung

“ketika masuk sekolah siswa akan melakukan cek in, kemudian ada 4 warna lampu yang menyatakan apakah siswa tersebut bisa masuk ke kelas atau tidak, yakni ada lampu hijau, kuning, merah dan hitam. Jadi jika lampu hijau maka siswa dapat memasuki area sekolah mengikuti PTM, berarti siswa minimal sudah vaksin dua kali, lampu kuning juga siswa bisa mengikuti PTM dengan indikasi vaksin baru 1 kali, kalau lampu nyalanya merah maka siswa tidak bisa masuk karena belum di vaksin, lampuhitam juga siswa belum diperbolehkan masuk untuk PTM,” terang Rumerung, sembari mengatakan, dari 1000an siswa, sekitar 100 siswa yang belum vaksin karena memiliki komorbid atau penyakit penyerta.(sco)

Pos terkait