Miris! Mengkritik Proyek Jalan DD, Oknum Pala Desa Matani RM langsung Dipecat

  • Whatsapp

indoBRITA, Tumpaan – Memiriskan! Salah satu kepala jaga di Desa Matani Kecamatan Tumpaan, Sabtu (8/1/2022) pekan kemarin mendapat ‘surat cinta’ dari Hukum Tua Herm Jani Lamia. Sebut saja RM oknum pala yang mendapat ‘surat cinta’ itu. Dimana, berawal pala RM mengkritik proyek jalan yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) tahun 2021. Hasilnya, oknum pala RM justru dipecat lantaran kritikannya.

Akibatnya, Selasa (11/1/2022) sekitar 50-an orang datang ke Kantor Hukum Tua Desa Matani dan berdemo sekaligus menanyakan pemecatan RM dari tugasnya sebagai kepala jaga. ”Kami minta penjelasan secara akurat perihal pemecatan oknum RM yang adalah pala paling rajin di Desa Matani. Kami berharap, kebijakan Hukum Tua Herm Jani Lamia menjelaskan semua alasannya. Tidak semuda pala RM dipecat tanpa alasan tepat,” ujar warga yang minta namanya jangan dipublik.

Menurut warga, kritikan proyek jalan anggaran DD sah-sah saja. Karena memang, saat pengusulan warga sudah bertanya-tanya. Bahkan, lebih parah proyek jalan paving tersebut tidak layak. Pasalnya, sebelumnya pemkab Minsel melalui Dinas PUPR sudah meng-hot mixnya. Namun demikian, DD tahun 2021 dibangun lagi.

Baca juga:  TPK se-Kabupaten Sitaro, Dibekali Pengelolaan APB

”Pertanyaannya, bisakah jalan desa yang dibangun dari APBD induk, kemudian dibangun lagi dari anggaran DD tahun 2021. Kalau demikian, berarti hal diatas salah peruntukan. Nah, oknum pala RM mempertanyakan sekaligus mengkritik langsung kepada oknum Hukum Tua Herm Jani Lamia. Merasa telah disudutkan, oknum Hukum Tua Desa Matani langsung menyurat surat ke Camat Tumpaan. Hasilnya, camat Tumpaan langsung mengeluarkan rekomendasi untuk dipecat. Ini namanya tak mau dikritik, akibatnya pala jadi korban,” jelas warga sambil teriak-teriak dan minta hukum tua menjelaskannya.

Tonaas LMI Minsel Tommy Pantow juga angkat suara soal pemecatan pala RM tanpa dasar yang jelas. ”Ya, saat mendengar kabar tersebut, LMI Minsel langsung turun ke rumah pala RM sekaligus mencari tahu persoalan yang sebenarnya. Ternyata, dari ungkapan RM, bahwa dirinya mempertanyakan proyek jalan paving blok dengan anggaran DD tahun 2021. Tapi, sepertinya oknum Hukum Tua tidak terima, dan langsung menyurat ke camat Tumpaan. Tonaas ToPan minta klarifikasi hukum tua serta camat Tumpaan biar jelas,” ungkapnya.

Baca juga:  Andhy Ketua BPMJ Galilea Km3, Rumuat Plt Ketua BPMJ Yerusalem Baru

ToPan yang didampingi lawyer Maykel Tielung, SH serta sejumlah walak dan Wanua LMI mendesak untuk mem-PTUN-kan oknum hukum tua. Agar, dia tahu tidak seenak perut pencopotan pala RM tersebut.

Ditemui indoBRITA.co pala RM membenarkan kalau dia telah dipecat hukum tua hanya karena mempertanyakan proyek jalan paving blok dari anggaran DD tahun 2021 tersebut. ”Jujur, selama bekerja sebagai pala, saya tak pernah memilih pekerjaan yang diberikan hukum tua. Namun, setelah dipecat, ya keluargaku tidak terima. Oleh sebab itu, warga yang juga keluarganya ikut demo di kantor desa. Saya jamin, bahwa demo tersebut tak melibatkannya. Kedatangan mereka karena ketidak terimanya saudara mereka dipecat tanpa jelas,” ungkap RM saat diwawancara.

Hukum Tua Desa Matani Herm Jani Lamia belum berhasil dikonfirmasi indoBRITA.co di Matani. (ape)

Pos terkait