Kombes Pol Nasriadi Beber Program Kerja Ditreskrimsus Polda Sulut di Tahun 2022

  • Whatsapp

IndoBRITA MANADO–Mengawali kinerja di awal tahun 2022, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulut merilis beberapa program guna menindaklanjuti arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno.

“Hal pertama yang kami akan kami benahi di tahun 2022 ini adalah bagian internal yaitu per subdit seperti Tindak Pidana Tertentu(Tipidter) Perbankan,Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) serta kinerja setiap personil,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Nasriadi, Senin (17/01/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, hal ini tengah dioptimalisasi untuk meningkatkan kinerja kita dari tahun 2021 seperti permasalahan tambang yang terjadi masyarakat.

“Seperti ada yang menambang secara manual dan modern. Itu adalah permasalahan yang sudah lama dan harus kita benahi,” terangnya.

Yaitu menyangkut legalitas yang dimana pihaknya tengah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri terkait skema masyarakat yang melakukan aktifitas pertambangan dan masa legalitasnya.

“Karena itu bukan diterbitkan oleh kepolisian melainkan oleh Pemerintah Daerah baik di Kabupaten maupun di Provinsi untuk meminta keabsahan di tingkat pusat karena ini tugas kita bersama,” jelas Dir Nasriadi.

Terutama di Kementrian Mineral dan Batu Bara serta Kementrian Kehutanan agar masyarakat tidak menjarah hutan untuk melakukan penambangan.

Baca juga:  Kakak Beradik di Tagulandang Nekat Rusak Rumah Ibadah

Dia juga mengatakan, berbicara masalah penertiban dan lain sebagainya,pihaknya lebih cenderung ke masalah sosial hukum yaitu asas manfaat  jika melakukan penambangan yang berkaitan dengan urusan perut dan kepastian hukum.

“Dan yang ketiga keadilan bagi penambang, alam dan negara. Kalau keadilan bagi alam seperti tambang emas, kita harus melakukan reklamasi dan sebagainya karena adanya galian. Kemudian masalah legalitasnya kita akan bicara dengan mereka soal keputusan bersama,” katanya.

Kemudian untuk masalah korupsi, dirinya mengakui di tahun 2021 masih banyak yang belum maksimal yang tentunya akan ditingatkan di tahun ini .

“Pertama dengan perkara-perkara yang  memenuhi unsur Sidik dan tentunya kita akan menetapkan tersangka dan sebagainya baik itu korupsi yang dilaporkan LSM, Kepolisian maupun kerja sama lintas sektoral seperti kejaksaan,” bebernya.

Selain itu, untuk masalah di sektor perindustrian dan perdagangan, Ditreskrimsus berkomitmen tidak akan melakukan penindakan terhadap UMKM karena itu adalah usaha dari masyarakat kecil yang dilakukan semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

“Meskipun kami tahu mereka melakukan kesalahan seperti lisensi, asal usul barang tetapi kami akan bina mereka melalui koperasi,” tuturnya.

Sedangkan untuk masalah Perbankan, Ditreskrimsus Polda Sulut tengah menangani kasus yang dilaporkan seperti asuransi Sinar Mas yang dalam proses penyidikan untuk melengkapi berkas perkara tersebut.

“Apalagi banyak laporan terkait kredit macet di bank-bank rakyat. Apakah macetnya itu karena masyarakat tidak bisa membayar karena pandemi Covid-19 atau karena ada hal yang lain,” ucapnya.

Baca juga:  Di Denpasar, DPRD Manado Ikut Bimtek Soal Ini...

Nasriadi juga mengajak masyarakat untuk membantu kepolisian terutama Ditkrimsus Polda Sulut agar bisa bekerja dengan baik dan benar sesuai dengan harapan Kapolri yaitu menjadi Polisi yang Presisi.

“Karena kami tidak bisa bekerja sendiri harus ada 4 pilar yaitu Kepolisian,TNI,Pemerintah dari provinsi hingga kecamatan serta masyarakat untuk kita bisa sama-sama membangun Sulut ini,” ucap Nasriadi.

Lanjut dia, hukum harus ditegakkan namun tetap berdasarkan sosial hukum dan keadilan agar masyarakat mendapatkan dampak positifnya.

Sementara untuk untuk masalah di Media Sosial, menurutnya itu adalah hak masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya namun, dia mengimbau untuk tidak menyerang oknum atau individu tertentu terhadap suatu hal yang tidak benar adanya.

“Kalau misalnya berkomentar soal kepolisian,silahkan, tidak ada masalah karena kami tidak anti kritik.Masyarakat silahkan berikan informasi kepada kami dan kami akan tindaklanjuti,” ungkapnya.

Hal itu sesuai arahan Presiden Jokowi yaitu tetap menjaga investasi kemudian menjaga keadilan di masyarakat. Dirinya juga akan berusaha semaksimal mungkin agar personilnya tidak menyakiti hati masyarakat, tidak merekayasa kasus yang tidak sesuai dengan fakta dan keadilan yang ada. Rekan-rekan Media juga sangat penting dalam membantu kinerja kami untuk menyampaikan ke masyarakat tentang apa yang telah kami lakukan untuk masyarakat,” tutup Nasriadi.(hng)

Pos terkait