Polres Tomohon Jemput Rina Gultom, Kapolres: Tunggu Saja, Siapa yang Bersalah akan Dikandangkan


indoBRITA, Tomohon-Kasus pencurian truk di gudang pupuk PT Kaltim, Desa Ranotongkor, Minahasa sedang diseriusi Polres Tomohon. Sejumlah pihak terkait sudah dimintai keterangan.

Terbaru, polisi menjemput perempuan bernama Rina Gultom di kediamannya, Senin (17/1/2022).

Bacaan Lainnya

Rina disebut pihak yang melakukan kontrak dengan Adira Finance. Hanya saja STNK atas nama Jimbrif Yonas. Jimbrif yang membayar angsuran setiap bulan.

Informasi yang diperoleh media ini jika Rina yang menyuruh sejumlah orang merampas truk di gudang tanpa sepengetahuan Jimbrif. Sayang perempuan yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Minahasa itu enggan memberikan komentar saat ditemui wartawan di Polres Tomohon.

Di sisi lain Jimbrif mengakui sebagai pemilik STNK. “S<span;>aya yang bayar tiap bulan. Dan Adira tahu itu sejak awal. Bukan baru sekarang saya kredit. Truk yang sekarang juga adalah kredit lanjutan yang ditawarkan Adira. Sudah 4 truk. Uang saya masuk ke Adira tinggal Rp40 juta menjadi Rp2 miliar. Pengalaman nunggak bukan baru sekarang. Dan Adira juga tahu bagaimana saya menyelesaikan kewajiban saya termasuk denda,” jelas Jimbrif yang menyesalkan sikap Adira.

Baca juga:  Wawali SAS Minta ASN Jadi Teladan dan Jaga Netralitas di Pemilu 2019

Sementara Kapolres Tomohon, AKBP Arian  P.  Colibrito SIK berjanji akan menindak semua yang teribat. “Siapapun yang terlibat dan terbukti bersalah akan saya kandangkan. Jika penyidik bersalah silahkan praperadilan,” tegas Colibrito.

Diketahui, Jimbrif Yonas (40), warga Jaga 1, Desa Raronan, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa melaporkan insiden yang dia anggap perampasan paksa sebuah truk jenis Isuzu Giga dengan nomor polisi DB 8348 B1, Kamis (30/12/2021) siang. Dalam laporan dengan nomor STPL/567/a/XII/2021/SPKT/Polres Tomohon, kerugian akibat pencurian itu disebutkan sebanyak Rp400 juta.

Insiden itu terjadi di Gudang Pupuk di Desa Ranotongkor, Kabupaten Minahasa, Rabu (29/12/2021) sekitar pukul 16.00 Wita.

Kronogisnya, sore itu, mobil truk yang dikendarai Stevi Pandey berada di gudang PT Pupuk Kaltim yang berada di Desa Ranotongkor, Kabupaten Minahasa.

Tanpa diduga, tiba-tiba muncul belasan orang tak dikenal kemudian menerobos masuk ke gudang. Beberapa orang naik ke mobil truk enam bola tersebut. Aksi mereka dihadang sopir dan salah satu karyawan gudang.

Namun karena jumlah komplotan ini lebih banyak, upaya sang sopir dan karyawan gudang sia-sia. Sekelompok orang ini kemudian tancap gas mengemudikan mobil yang tidak terkunci tersebut. Mobil nyaris menabrak dua pekerja di dalam gudang tersebut.

Untung saja, keduanya menyelamatkan diri dengan melompat dari lajunya mobil truk yang tancap gas poll keluar dari gudang tersebut. Beruntung salah satu dari karyawan gsudang bisa merekam aksi pencurian di sore hari tersebut.

Baca juga:  Pemkot Tomohon Ibadah Bersama Secara Virtual

Para pencuri lalu kabur membawa truk tersebut. Lainnya meninggalkan gudang dengan mobil dan sepeda motor.  Aksi pencurian itu selanjutnya dibawa ke ranah hukum.

“Mobil memang dalam keadaan tidak terkunci. Saya hanya mengecek bagian belakang sebentar. Saat mobil bergerak saya langsung melompat hendakke bagian kemudi, tapi dua orang yang tidak saya kenal memegang dari belakang.  Saya tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Stevi Pandey kepada wartawan yang datang melaporkan kasus ini ke Polres Tomohon.

Di sisi lain Kepala Gudang, Fadli Syaus (38) merasa keberatan dengan aksi pencurian itu. Ia juga  melaporkan balik aksi para pencurian tersebut. Menurutnya, sesuai laporan anak buahnya sekitar belasan orang masuk ke dalam gudang dan membawa kabur mobil tersebut.

“Saya berharap Polres Tomohons segera mengusut dan menangkap komplotan pencurian truk di gudang pupuk milik kami,” ujar Fadli.

Sayang sampai berita ini diturunkan, media belum mendapatkan pernyataan atau keterangan dari pimpinan Adira Finance Manado. Salah staf Adira yang ditemui wartawan juga  memilih tidak berkomentar.

“Saya tidak bisa memberikan tanggapan. Nanti saya sampaikan ke HO (Head Office),” ujar pegawai bernama Hanny dari bagian collection, Jumat siang, pekan lalu. (tim)

Pos terkait