Pemilik Kapal Ikan Ini Diduga Jadi Korban Pungli, Begini Penjelasan Kepala Pangkalan PLP Bitung

  • Whatsapp
Kepala Pangkalan PLP Kelas II Bitung Sabar Maima Hasugian (kiri tengah) saat dikonfirmasi di kantornya.(ist)

indoBRITA, Bitung— M Suwandi alias ko Aseng warga Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir Kota Bitung mengaku telah menjadi korban Pungutan Liar (Pungli) salah satu oknum Pegawai Pangkalan Penjagaan Pantai dan Laut (PLP) kelas II Bitung.

Kekesalan ini bahkan ditumpahkan dalam video yang beredar di antara sejumlah pelaut-pelaut di Bitung dimana Ko Aseng dalam Video menyatakan Pangkalan PLP Bitung menangkap dan mencari-cari kesalahan kapal-kapal ikan kemudian meminta uang dengan mengancam akan menahan Kapal.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dirangkum menyebut, kekesalan Ko Aseng itu saat kapal ikan miliknya KM Cakrawala diamankan salah satu kapal Pangkalan PLP Bitung di depan pulau Lembeh, Kamis (20/1/2022).
Kapal diketahui memiliki surat keterangan Berlayar yang sudah tidak lagi berlaku kemudian jumlah pelampung yang tidak sesuai dengan sertifikat keselamatan kapal serta dua ABK yang buku pelautnya belum diperpanjang.

Baca juga:  Hadir Dalam Pertemuan Berkala SD se-Keusukupan Manado, Wawali Apresiasi Pengelolaan BOS Sekolah Katolik

Untuk melepaskan kapal yang diamankan itu, diduga ada oknum pegawai yang meminta uang sebesar Rp40 Juta kepada ko Aseng namun ditolak dan berakhir dengan hanya memberikan uang dengan nominal sebesar Rp10 juta.

Terpisah, Kepala Pangkalan PLP Kelas II Bitung Sabar Maima Hasugian yang ditemui sejumlah wartawan di kantornya kompleks Pelabuhan Bitung Sabtu (22/1/2022) Kendati cukup memaklumi kondisi pemilik kapal namun dengan tegas membantah tudingan tersebut.

Menurut dia, saat kejadian dirinya sedang ke luar daerah dan mendapat laporan dari anak buahnya bahwa ada kapal ikan yang diamankan oleh pihaknya dan dibawa ke dermaga Pangkalan PLP Tandurusa Bitung.

Dijelaskan juga saat diamankan di dekat pulau Dua , sejumlah kesalahan ditemukan oleh kru kapal patroli PLP seperti yang sudah disebutkan di atas.
Saat diamankan, pemilik kapal, menurut Hasugian menghubungi dirinya dan dimintai pertolongan agar kapal bisa dilepaskan.

“Iya pemilik kapal menghubungi saya minta tolong kapalnya dilepas, saya sudah memberikan jaminan bahwa seratus persen kapal akan dilepas namun tentu saja harus melewati sejumlah proses diantaranya melakukan pemberkasan sampai empat rangkap sebagai dasar laporan yang ditandatangani oleh penyidik dan pemilik kapal dan itu sudah dilakukan ada buktinya, hanya saja, pemilik kapal waktu ditunggu untuk proses tersebut tidak datang dengan berbagai alasan kemudian akhirnya setelah selesai diproses berkasnya, kapal itu kemudian dilepas,” beber Hasugian.

Baca juga:  Wah, Diduga Jarah PT Indohonghai, Oknum Pengacara Ini Dilaporkan ke Polisi

Disentil soal adanya permintaan uang puluhan juta rupiah, dengan tegas Hasugian membantah dan membeberkan, saat kapal dilepas dan proses pemberkasan selesai, pemilik kapal menandatangani surat berita acara penyerahan kapal yang ditandatangani oleh Komandan kapal KN-P 331 dan Mohhamad Suwandi sebagai pemilik kapal yang dalam surat penyerahan tersebut juga mencantumkan bahwa penyerahan KM Cakrawala X GT 172 berbendera Indonesia tanpa dibebankan dengan hal apapun.
“Jadi tidak ada itu, (Uang pungli,red-) karena kami hanya melakukan pembinaan saja sesuai dengan arahan pimpinan bahwa sebisa mungkin tidak melakukan proses hukum, kami bisa memaklumi kondisi Ko Aseng saat itu mungkin saja sementara bingung namun kita tidak mempersoalkan hal itu silahkan saja yang jelas tidak ada permintaan uang sebagaimana dimaksud,” tutupnya.(*)

Pos terkait