Satu Tahun Kepemimpinan OD-SK di Periode Kedua; Investasi Bergeliat, Ekonomi Tumbuh, Penanganan Covid-19 jadi Perhatian

indoBRITA, Manado – Usai dilantik pada tanggal 15 Februari 2021 lalu, banyak prestasi yang ditorehkan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK).

Meski pandemi mengitari, tapi tak mampu membendung realisasi investasi masuk, sehingga menjadi bukti kepemimpinan OD-SK semakin dipercaya oleh dunia usaha, Sulut mampu mencatat investasi sebanyak Rp5,948 triliun yang melampaui target investasi yang ditetapkan pemerintah pusat (BKPM RI) di mana secara nasional ditargetkan 5,5 Triliun, sementara untuk target Sulut lewat RPJMD sebesar Rp3,750 triliun.

 Bergeliatnya investasi di Sulut berbanding lurus dengan Pertumbuhan Ekonomi. Untuk tahun 2021 perekonomian Sulut tumbuh sebesar 4,16 persen. Berdasarkan besaran produk domestic regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp91,79 triliun. Dari sisi produksi, terdapat 16 lapangan usaha yang tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 12,72 persen.

Awal tahun 2020 sampai Triwulan II sudah terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Perekonomian Sulawesi Utara berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II 2020 hanya mencapai Rp30,84 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp202,70 triliun ekonomi Sulawesi Utara triwulan II 2020 tumbuh negative 3,89 persen (y-on-y). dari sisi produksi. Sebagian besar lapangan usaha mengalami kontraksi, dengan kontraksi terdalam terjadi pada lapangan usaha penyedia akomodasi dan makan minum sebesar 50,28 persen. Dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam terjadi pada komponen Pengeluaran Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yakni sebesar 8,41 persen.

Pandemi yang dialami turut membuat jumlah penduduk miskin di Sulut mengalami perubahan. Tercatat, di akhir tahun 2021, mencapai 186.550 orang, jumlah penduduk miskin ini turun sebanyak 9800 orang di angka awal tahun 2021.

Pada periode September Tahun 2014 sampai Periode Tahun 2021, tingkat kemiskinan di Sulawesi Utara mengalami penurunan dari segi jumlah maupun presentasi.

Beberapa factor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi Utara selama Periode Maret 2021 sampai September 2021 adalah kasus peyebaran Covid-19.

Sementara untuk kondisi Pengangguran di Sulut sedikit ada perubahan. Jumlah angkatan kerja Sulawesi Utara pada Agustus 2020 tercatat sebanyak 1,23 juta orang dan yang bekerja ada 1,13 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka 7,37 persen Naik 1,36 poin bila dibandingkan Agustus 2019. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh lapangan usaha di pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja. TPT juga merefleksikan kemampuan ekonomi pasar kerja yang belum bisa menciptakan pekerjaan bagi mereka yang ingin bekerja tapi tidak mendapatkannya. TPT hasil Sakernas Agustus 2021 adalah sebesar 7,06 persen. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 7 orang penganggur. Dibandingkan Agustus 2020, TPT mengalami penurunan sebesar 0,31 persen poin, begitu juga jika dibandingkan dengan Februari 2021, TPT mengalami penurunan sebesar 0,22 persen poin. (sumber BPS Prov. Sulut)

Terobosan untuk mendongkrak ekonomi daerah di tengah-tengah pandemi pun terus dilakukan, di antaranya terkait dengan industri pertanian dan perikanan. Termasuk juga di dalamnya pembangunan pelabuhan perikanan dan fish market bertaraf internasional di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.

“Di tengah-tengah Covid yang paling resilience itu pertanian dan perikanan,” ujar Gubernur Olly Dondokambey saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sulut, belum lama ini.

Selain itu, Pemprov Sulut juga mempercepat penyelesaian pembangunan tol Manado-Minut-Bitung, Perluasan Bandara Sam Ratulangi, KEK dan IHP Pelabuhan di Bitung, KEK Pariwisata di Likupang, Bendungan Kuwil-Kawangkoan dan Manado Outer Ringroad.

Semua ini semakin memposisikan Sulawesi Utara sebagai daerah yang konsisten mengalami kemajuan yang tentu bisa berdampak pada posisi tawar yang menguntungkan bagi Sulawesi Utara dan disegani oleh daerah lain bahkan dunia.

Keberhasilan dan kesuksesan Olly Dondokambey sebagai Gubernur bersama wakil gubernur Steven Kandouw dalam memajukan bumi nyiur melambai tak lepas dari beberapa hal diantaranya, secara konsisten selalu terjaga kekompakan, solid dan keharmonisan antara gubernur dan wakil gubernur dalam memimpin dan melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangannya, disertai dukungan aparat yang kompak dan solid mewujudkan target kerja OD-SK.

Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw beserta jajarannya dinilai mampu mewujudkan clean government dalam tata kelola pemeritahan di Sulawesi Utara.

Hal utama, bahwa Pemerintahan ODSK secara nyata mampu mempertahankan hidup yang rukun dan bertoleransi sehingga Sulut tetap kondusif, aman dan nyaman bagi siapa saja.

“Selain menjalankan pembangunan daerah, kami pun mampu membangun kolaborasi yang baik dan harmoni antara pemerintah, komponen masyarakat, tokoh-tokoh agama, berbagai komunitas, serta keterlibatan investor secara proporsional,” tambah Olly.

OD-SK mampu mengimplementasikan visi dan misinya secara kongkrit, bergerak cepat melalui kegiatan-kegiatan yang jelas dan terencana, dan mampu membangun komunikasi yang baik dan jaringan yang kuat dengan pusat pemerintahan.

Baca juga:  Wagub: Belum Selesai, Akan Ada Lagi Pelantikan

Di mana, prioritasnya mencakup pada memperkuat ketahanan ekonomi, pengembangan wilayah,

Keberhasilan OD-SK lainnya juga di Sektor pertanian provinsi ujung Utara Sulawesi itu mampu menjadi daya dorong perekonomian. Tercatat, hingga di akhir tahun 2021, nilai ekspor pertanian Sulawesi Utara mencapai Rp5,8 triliun, naik sebesar 109 persen dibanding ekspor tahun 2020 sebesar Rp2,82 triliun.

Sebanyak 46 negara yang menjadi tujuan ekspor, sementara China, Malaysia, Amerika Serikat, Belanda, India, Vietnam, Korea Selatan, Jerman, Spanyol serta Thailand menjadi yang terbanyak menyerap komoditas ekspor pertanian Sulut.

Tak hanya fokus pada sektor-sektor tersebut, khusus di sisi pelayanan kesehatan ikut menjadi perhatian OD-SK.

Ini dikarenakan sepanjang tahun 2021, Sulut dihantam dua kali puncak gelombang pandemi Covid-19, yang pernah disebabkan oleh merebaknya variant of concern, yakni varian Beta sepanjang bulan Desember 2020 sampai dengan bulan Maret 2021 dan kemudian varian Delta selama bulan Juni sampai dengan September 2021.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey pun mengambil langkah dengan memperkuat upaya pencegahan di hulu lewat pengetatan Protokol Kesehatan dan pemberian proteksi spesifik dalam bentuk vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat Sulut.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sulut mulai dilaksanakan dan dilaunching oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara serta unsur Forkompimda pada tanggal 15 Januari 2021 dengan ditandai penyuntikan vaksin COronavac kepada Forkompimda Sulawesi Utara. Kemudian berturut turut dimulailah kampanye vaksinasi Covid 19 di Sulawesi Utara dengan ditandai oleh beberapa kali even launching vaksinasi dengan menyasar kelompok kelompok masyrakat tertentu seperti:

1. Kelompok tenaga kesehatan tanggal 15 Januari 2021

2. Pelayan Publik dan Lansia tanggal 19 Februari 2021

3. Pelaku Pariwisata tanggal 5 Maret 2021

4. Remaja Usia 12 sd 17 tahun tanggal 5 Juli 2021

5. Ibu Hamil tanggal 19 Agustus 2021

6. Anak Usia 6 sd 11 tahun dilaunching tanggal 15 Desember 2021

Adapun sampai tanggal 10 Februari 2022 cakupan vaksinasi Covid 19 di Sulawesi Utara berdasarkan sasarannya adalah sebagai berikut:

Adapun selama tahun 2021 Kinerja Penanggulangan Covid 19 yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara adalah sebagai berikut:

1. Jumlah Laboratorium PCR milik Pemprov yang dibangun 2 unit yakni Laboratorium Biomolekuler Unsrat dan Lab PCR RS ODSK

2. Jumlah sampel PCR dan Antigen yang ditest sepanjang waktu penanggulangan Covid 19 sebanyak 352.153 sampel

3. Jumlah RS Lapangan milik Pemprov yang disiapkan 2 unit yakni RS darurat Kitawaya Kairagi dan RS Darurat Bapelkes dengan total kamar sebanyak 239 bed.

4. Jumlah Rumah Isolasi milik Pemprov yang disiapkan sebanyak 3 yg unit yakni Rusol Diklat Maumbi, Rusol Pusat Krisis Kesehatan Mapanget, Rusol Asrama Haji dengan total kapasitas karantina mencapai 400 bed.

5. Jumlah Hotel Karantina yg disiapkan untk Pelaku Perjalanan Internasional sebanyak 34 unit Hotel

6. Jumlah swab Antigen yg dilaksanakan untuk screening Pelaku Perjalanana Domestik di Bandara dan Pelabuhan dari bulan Juli sampai dengan Desember sebanyak 223.167 sampel

Kebijakan screening di pintu masuk ini adalag kebijakan spesifik yang dicetus oleh Gubernur Olly Dondokambey dengan maksud untuk melakukan proteksi kepada masyarakat Sulawesi Utara dari potensi penularan Covid-19 melalui pelaku perjalanan. Secara Epidemiologik kebijakan ini juga menjadi sarana surveilans atau intelejen penyakit yang dapat memberikan informasi secara dini kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara sehingga mempunyai cukup waktu untuk mempersiapkan sarana dan prasarana kesehatan lainnya, ketika terjadi ancaman gelombang pandemi yang disebabkan oleh varian baru lainnya. Dengan adanya data harian deteksi kasus di bandara, maka keputusan keputusan terkait manajemen pandemic bisa diambil lebih dini. Sehingga kebijakan ini menjadi kebijakan yang sangat strategi dari Pemimpin Sulawesi Utara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melakukan penyemprotan desinfektan di sejumlah objek vital mengantisipasi penularan virus Covid-19. Penyemprotan dilakukan di tempat-tempat umum (pusat perbelanjaan dan tempat ibadah). Penyemprotan dilakukan di tempat-tempat yang kerap dilalui/didatangi banyak orang. Penyemprotan desinfektan ini merupakan bentuk langkah strategis pencegahan penyebaran virus covid-19 di area publik. Kebijakan dalam bidang Penganggaran dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam hal penanganan Covid-19, yakni dengan melaksanakan refocusing dan realokasi Belanja dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 dalam hal :

1. Efisiensi anggaran APBD untuk perjalanan dinas, belanja rapat-rapat, akomodasi dan belanja barang yang tidak prioritas;

2. Percepatan realisasi bantuan sosial untuk masyarakat miskin dan rentaan miskin (miskin baru);

3. Pergeseran anggaran ke pemenuhan tambahan anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp171,5 miliar APBD Sulut/ Rp521 miliar APBD Sulut + Kab/Kota;

4. Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan dan DAK Pendidikan diarahkan untuk penanganan Covid-19;

Selain itu, adanya kerjasama antar Pemerintah yaitu Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota bagi masyarakat yang terdampak covid-19 melalui 6 sumber bantuan sosial selama covid-19 ini yaitu: Kartu program keluarga harapan (PKH); Kartu Prakerja; Dana desa (30% dana desa); Bantuan sosial Kemensos Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan; Bantuan provinsi, paket bapok, kerjasama dengan tokoh agama dan Bantuan kabupaten/kota di Provinsi Sulut.

Baca juga:  Wagub Kandouw Dorong Kabupaten/kota, Vaksin Booster Sudah Mulai di Sulut

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandow juga terus membuktikan keseriusannya untuk meringankan beban masyarakat Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yaitu : para penyandang disabilitas (eks kusta pemukiman), anak dan lanjut usia terlantar (kurang mampu) serta penghuni panti sosial di sulut baik panti anak, lanjut usia dan panti disabilitas dari dampak pandemi corona atau Covid-19.

Adapun aksi nyata yang dilakukan OD-SK, dengan melakukan tindakan preventif :

1) Kerjasama tim tagana dan bidang rehabilitasi sosial, telah melakukan penyemprotan disinfektan di panti-panti yang berada di manado dan sekitarnya. sedangkan untuk panti di daerah kepulauan, bolmong dan kotamobagu telah dilakukan penyemprotan oleh dinas sosial setempat;

2) Tenaga Satuan Bakti Pekerja Sosial (SAKTI-PEKSOS), dengan menempelkan pamflet instruksi terkait kebersihan lingkungan, physical dan social distancing, dan setiap panti menyiapkan alat pembersih.

Pemerintah Provinsi juga telah menyalurkan bantuan, berupa :

1) Bantuan kebutuhan pokok berupa beras kepada penghuni panti anak di lokasi Manado, Tomohon, Kotamobagu, Bitung, Minahasa, dan nantinya penyaluran bansos dimaksud akan menjangkau panti yang berada di daerah kepulauan, terdata ada 41 panti anak di Sulut;

2) Bantuan kebutuhan pokok berupa beras, kacang hijau dan susu anline kepada penghuni lanjut usia terdata 14 panti lanjut usia milik masyarakat yang ada di Manado, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara.

Sumber Bantuan sosial selama Covid-19 bagi masyarakat Sulawesi Utara diantaranya adalah Kartu Program Keluarga Harapan (PKH )- APBN, Kartu Prakerja – APBN, Dana Desa (30% Dana Desa) – APBN, Bantuan Sosial Kemensos, Rp. 600 ribu per bln selama 3 bln – APBN, Bantuan Provinsi, Paket BAPOK, kerjasama dengan Tokoh Agama– APBD Provinsi, Bantuan Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara – APBD Kabupaten/Kota. Penerima bantuan diprioritaskan bagi mereka yang berada dalam golongan miskin dan rawan miskin yang terdampak situasi Pandemi Covid-19. Penerima disesuaikan dengan syarat penerima sesuai sumber bantuan yang didata oleh Kemensos, Provinsi, Kab/Kota sampai tingkat Jaga/Lingkungan

Kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pasca Pandemi Covid-19

Di awal pandemi Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah Pimpinan Gubernur Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw terus melakukan berbagai strategi dan kebijakan untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Sulut. Beberapa strategi dan kebijakan dari Pemprov Sulut tersebut yang dijalankan, diantaranya dengan membentuk gugus tugas percepatan penanganan covid-19 di Sulut melalui SK Gubernur Sulut Nomor 126 tahun 2020, recofusing anggaran untuk penanganan kesehatan dan jaring pengaman sosial, menyiapkan rumah singgah untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan laboratorium PCR untuk memeriksa swab tes pasien covid-19.

Kemudian, Pemprov Sulut juga menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran (OPP) covid-19, sosialisasi pencegahan dan penanganan covid-19 baik melalui media cetak dan elektronik serta menyampaikan perkembangan penanganan pasien covid-19 melalui konferensi pers yang juga disiarkan melalui channel YouTube Pemprov Sulut. Pemprov Sulut telah menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan SWAB Covid19 di Laboratorium Covid-19 di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit (BTKLPP) di Mapanget Kota Manado (beroperasi mulai 4 Mei 2020) dan Laboratorium RSUP Prof. Kandou Manado.

Untuk membatasi penularan Covid-19 Pemprov Sulut juga menerbitkan Peraturan Gubernur Sulut Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran Covid 19 di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara, dimana dalam Pergub ini diatur tentang Pembatasan sebagai berikut :

1). Pembatasan Pelaksanaan Pembelajaran di sekolah dan atau instansi Pendidikan lainnya;

2). Pembatasan aktivitas bekerja di tempat kerja;

3). Pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah;

4). Kegiatan di tempat atau fasilitas umum;

5). Pembatasan Moda Transportasi.

Kebijakan Strategis di Tahun  2021 Penekanan pada sektor Pertanian, dengan mendorong lapangan usaha pertanian tidak ditinggalkan dan memberikan banrtuan berupa  pemberian KUR (kredit usaha rakyat)/ kut (kredit usaha tani) untuk permodalan  serta penyediaan benih dan pupuk yang cukup.

Di bidang pariwisata, Kerjasama dengan Stakeholders Pariwisata untuk menguatkan kembali Sektor Pariwisata Meningkatkan MICE (Meeting, Insentives, Conference and, Exibition) Percepatan Pembangunan KEK Pariwisata Likupang sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional & Destinasi Pariwisata Super Prioritas Mendorong ekspor Produk Perkebunan dan Perikanan Pengendalian Distribusi Barang dan Jasa.

Di sektor pendidikan, Provinsi Sulawesi Utara mengambil kebijakan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh dengan belajar online serta memanfaatkan aplikasi pembelajaran online yang ada seperti aplikasi zoom dan sebagainya.(advetorial/diskominfosulut)

Pos terkait