PAMI-P Angkat Kembali ‘Kecolongan’ Rp5 Miliar di BTN

indoBRITA, Manado-Kasus kecolongan dana sebesar Rp5 miliar di BTN Manado tahun 2021 lalu pernah viral dan jadi pemberitaan sejumlah media, baik lokal maupun nasional. Kasus ini kembali diangkat Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) ke publik.

PAMI-P bahkan sudah melaporkan kasus ini ke Polda Sulut untuk kembali ditelisik dan diungkap secara terang-benderang. “Laporannya sudah di meja Polda Sulut. Kami percaya Polda Sulut bisa mengungkap kasus ini,” kata pimpinan PAMI-P Sulut, Jonathan Mogonta kepada wartawan di Manado, Selasa (2/3/2022).

Bacaan Lainnya

Kasus kecolongan di BTN Manado memang sempat jadi pemberitaan hangat masyarakat. Seorang pengusaha properti dan pemilik toko kain besar di Sulut disebut-sebut sebagai pelaku utamanya.

Baca juga:  Layani Permintaan Warga, CEP Dendangkan Lagu pada Perayaan HUT Mertua NP

Keterangan berbagai sumber menyebutkan pengusaha berinisial KL tersebut memanfaatkan dokumen beberapa karyawannya untuk pencairan. Dana di BTN. Seperti dilansir situs klikriau, salah satu korban berkisah jika KL meminta KTP dan KK kepadanya. Sebagai karyawan,  korban tentu saja memenuhi permintaan bosnya itu. KTP dan KK itu dimasukkan sebagai kelengkapan berkas untuk peminjaman dana di BTN.

Mirisnya, saat pinjaman tersebut cair korban mengaku tidak mendapatkan apa-apa. Korban merasa dirugikan. Gegara pinjaman di BTN, keluarganya tidak bisa mendapat bantuan program jaring pengaman sosial covid-19 dari pemerintah.

Para korban mengaku siap bersaksi jika kasus ini sampai di meja aparat penegak hukum (APH). Mereka menuntut keadilan.

Salah satu notaris di Minahasa Utara (Minut) memperkuat penjelasan para korban. Ia menyebut sang pengusaha sebagai aktor utama.

Sayang sampai berita ini diturunkan, KL tak bisa dihubungi. KL tak mengangkat dua nomor telepon yang biasa ia gunakan.

Baca juga:  Penyempitan Dua Sisi, BPJN Perlebar Jembatan Sosongian di Tumpaan

Begitu pula, saat indobrita-emmc group dan beberapa wartawan menyambangi rumah tokonya di pusat Kota Bitung, KL tak ada. “Cie lagi keluar,” ucap salah satu karyawannya.

Namun, pada 15 April 2021 sebagaimana diberitakan klikriau, KL tidak mengelak saat dikonfirmasi keterangan rekaman. Ia mengakui adanya pengambilan uang di BTN Manado  menggunakan dokumen 8 karyawan. Alasannya, KL ingin membantu sejumlah pengusaha yang butuh dana saat itu.

KL bertutur jika sebagian pinjaman sudah dilunasi 2012. Jadi masih ada beberapa nama atau korban yang merasakan dampak negatif dari pinjaman tersebut.

Sayang sampai berita ini diturunkan, pihak BTN belum memberikan keterangan. Kala lalu juga, BTN meminta bersurat terlebih dahulu supaya bisa bertemu pimpinan salah satu bank terbesar di Indonesia ini. (tim)

Pos terkait