Togel Resahkan Warga, Aktivis Deli Serdang Minta Aparat Lakukan Penertiban

indoBRITA, Deli Serdang-Judi totok gelap atau togel sepertinya bukan hal tabu lagi di masyarakat. Banyak warga kini terjangkit permainan adu tebak-tebakan angka itu.
<span;>Iming-imingan hadiah atau uang tunai yang cukup besar menjadi magis yang luar biasa. Di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), permainan ini ‘merasuk’ sampai ke desa.

“Lihat saja dua desa di Kecamatan Batangkuis, Desa Payagambar dan Mesjid Kampung Karo. Togel marak. Permainan ini secara terang-terangan dilakukan di kedai kopi dan tempat umum lainnya,” ujar Herman, salah satu aktivis pemuda Deli Serdang yang ditemui wartawan di Payagambar, Jumat (4/3/2022).

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Berkontribusi Percepat Pembangunan Mapolres, Tiga Bupati Raih Penghargaan Kapolda Sulut

Informasi yang diperoleh di lapangan, dalam sehari togel diputar tiga kali. “Ada Singapur, Sydney dan Hongkong. Banyak warga berspekulasi dengan harapan bisa mendapat rezeki nomplok dari permainan tersebut,” kata salah satu warga Desa Mesjid Kampung Karo yang meminta namanya dirahasiakan.

Ia bertutur jika permainan ini dulunya dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. “Sekarang sudah terang-terangan,” ucapnya.

Tak heran banyak ibu rumah tangga mengeluhkan kebiasaan buruk suami atau anaknya yang mulai kecanduan togel. “Saya sering kesal karena suami siang dan malam hanya rumus angka untuk dipasang. Padahal ia jarang kena,” ujar seorang ibu rumah tangga Desa Payagambar.

Baca juga:  Wah, Pegawai BPN Bitung Diduga ‘Sulap’ Sertifikat Warga

Maraknya togel di masyarakat tentu memberi keuntungan besar bagi bandar. Dalam sehari untuk satu wilayah kecamatan, omset berkisar puluhan sampai ratusan juta.

Lantas siapa bandar dari bisnis haram ini? “Bandarnya pasti bukan orang sembarangan,” kata Herman.

Karena togel sudah meresahkan masyarakat, Herman Cs berharap Kapolres Deli Serdang segera melakukan penertiban. Mereka juga meminta juga semua Kapolsek bergerak menghentikan bisnis ilegal tetsebut. (tim/red).

Pos terkait