Sekdaprov AGK Optimis Pembangunan KEK Industri dan Pariwisata

indoBRITA, Manado – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) Asiano Gamy Kawatu (AGK) membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Rencana dan Program Kerja Tim Teknis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri dan Pariwisata Provinsi Sulut, Jumat (18/3/2022) di Hotel Sintesa Peninsula Manado.

Kawatu dalam arahannya mengatakan dua KEK yang ada di Sulut berada pada Kabupaten Minahasa Utara (Minut) untuk KEK Pariwisata Likupang dan KEK Industri ada di Bitung. Di mana, untuk pembangunannya sedikit terhambat karena adanya pandemi Covid-19.

Namun, saat ini kondisinya sudah mulai melandai. Oleh karena itu ia yakin percepatan pembangunan di kedua KEK itu segera terealisasi.

“Ini momentum Covid-19 makin lama makin landai, penanganan KEK harus segera dilakukan,” ujar Kawatu.

Baca juga:  Buka SMSI ke-80 GMIM, Gubernur Olly Harapkan Pembaharuan

Jangan sampai, dua KEK di Sulut ini dibatalkan.

“Ada rasa pesimis KEK. Tapi sebagai bagian dari orang-orang ditugaskan percepatan pembangunan, torang harus punya optimisme. Optimisme kalau macet apalagi mati percuma torang bicarakan ini,” tuturnya.

Ia memberikan beberapa masukan dalam rapat ini. Di antaranya, perlu adanya integrasi dua daerah tersebut.

Kawatu pun meyakini Sumber Daya Manusia (SDM) yang dipercayakan untuk terlibat dalam pembangunan dua KEK tersebut.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut Jenny Karouw dalam laporanya mengatakan untuk perkembangan KEK Bitung sudah mulai diamankan. Di mana waktu lalu di lokasi KEK Industri Bitung sempat ‘diduduki’ warga.

“Realokasi penduduk sehingga saat ini tidak ada lagi maslaah. Kini sementara dibangun pagar mengamankan lokasi,” ungkapnya.

Baca juga:  Menparekraf Sandiaga Janji All Out Bangun Pariwisata Sulut

Lebih jauh dikatakannya KEK Bitung berpeluang mengarah ke pembangunan logistik hub.

Sementara untuk KEK Pariwisata Likupang, kata dia, telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, beberapa waktu lalu.

Fasilitas penunjang seperti jalan menuju KEK Pariwisata akan segera dibangun. “DED dengan dikerjakan Dinas PUPR. Untuk anggarannya diperkirakan 10 miliar untuk dua jalur. Apakah APBN atau APBD,” tukasnya.

Untuk kelembagaannya diminta segera dilengkapi karena belum jelas. “Kantor administrator perlu cepat dibangun,” pungkasnya.

Hadir dalam rapat ini, di antaranya Kepala Dinas PUPR Sulut Alexander Wattimena, Kepala Biro Hukum Setdaprov Sulut Flora Krisen, perwakilan Pemkab Minut dan Bitung serta stakeholder terkait.(sco)

Pos terkait