Sesuai HGU Nomor 96 Bangun Sari, PTPN-2 Deli Serdang Mulai Bersihkan Areal

  • Whatsapp

indoBRITA, Deli Serdang – Pihak PTPN-2 (Perkebunan Nusantara 2) mulai membersihkan areal Hak Guna Usaha (HGU) Nomor 96 Bangun Sari, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, Senin (21/3/2022). Sebagai tahap awal pembersihan dimulai dari Kawasan Dusun 5 Desa Dalu 10-A dengan areal luas HGU 50 hektar.

Pembersihan areal HGU yang didukung oleh Anggota Serikat Pekerja Perkebunan (SPP) PTPN-2 , Satpol-PP Deli Serdang, Papan Distrik Rayon Utara dan PT Nusa Dua Propertindo ( PT NDP) untuk menjaga keamanan, melakukan pembersihan di areal yang selama ini sebagian areal HGU dijalankan masyarakat sebagai areal tanaman palawija.

Adapun dalam pembersihan areal HGU ini menggunakan tiga unit alat berat.

Awalnga warga sempat merasa keberatan, dikarenakan tanamannya tersebut belum menerima tali asih, namun akhirnya mereka tetap harus menerima dan pembersihan lahan terus dilanjutkan. Beberapa warga yang mempunyai tanaman diinvestarisir untuk menerima tali asih atas tanaman yang mereka tanam di atas lahan HGU itu.

Kebun Bandar Klipa, Bangun Sari menurut rencana areal HGU Nomor 96 ini akan dijadikan areal tanaman tebu, memperluas areal tebu PTPN-2 dengan harapan 200 hektar dari 300,6 hektar HGU Nomor 96 bisa berjalan lancar dan segera di land clearing untuk ditanami tebu.

Baca juga:  Bappenas Unggulkan Pemanfaatan EBT untuk Pengembangan Pariwisata dan Industri Sulut

Di mana menurut Sastra SH MKn (penasehat hukum PTPN-2) didampingi humas PTPN-2 Rahmad Kurniawan, sejak bulan Mei 2021 yang lalu sebenarnya sudah dilakukan inventarisasi dan pendekatan kepada warga masyarakat yang disebut penggarap.

“Hal ini dimaksudkan agar mereka bisa menerima penjelasan seputar lahan HGU tersebut, tapi mereka masih bertahan di atas lahan tersebut, yang akhirnya PTPN-2 mengambil langkah tegas dengan keputusan akhir datang juga ke kita dan mohon untuk diberikan tali asih ” kata Sastra   selaku penasehat hukum PTPN-2.

Namun demikian, pihak dari PTPN-2 tetap mendengar permintaan masyarakat. “Sejalan itu masih bisa dipertimbangkan kita tetap berusaha mengambil langkah-langkah persuasif,” tukas Sastra, di Poski Areal HGU Nomor 96 Bangun Sari.

Dalam kesempatan itu juga Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan (SPP) PTPN-2 Mahdian Triwahyudi mengatakan pembersihan lahan ini berjalan dengan aman dan terkendali

Baca juga:  Jadi Tuan Rumah, Pemkab Minut Siap Sukseskan Rakornas Camat Regional I 2018

“Pihak PTPN-2 telah menawarkan tali asih kedepannga lahan ini kembali kepada negara yang nantinya dapat berkontribusi positif kepada ekonomi Deli Serdang dan Sumatera Utara yaitu jangka pendek akan ditanami tebu,” harapnya.

Salah satu warga yang menerima tali asih, Saudara Warnoto mengakui bahwa selama ini hanya menguasai lahan untuk ditanami ubi kayu dan cabai merah.

“Kalau sekarang diambil alih kembali pihak PTPN-2 saya tidak bisa berbuat apa-apa, yang kuasai itu memang milik PTPN-2 dan apalagi saya masih diberi lahan tali asih,” katanya usai menerima tali asih dari Satra SH,Mkn.

Sama halnya dengan saudari Ningsih warga Desa Dalu 19-A Kecamatan Tanjung Morawa. Ia merasa puasa dengan tali asih ganti rugi tanaman jagung miliknya yang diberikan PTPN-2.

“Saya mendapatkan ganti rugi yang sangat membuat saya senang, tiga hektar tanaman jagung saya yang sudah dibersihkan oleh beko diganti rugi dengan bayaran Rp3 juta,” kata Ningsih pada awak media ini.(tim)

Pos terkait