Wabub Talaud Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrem Saat Melaut

 

TALAUD, – Hujan disertai angin kencang kembali menerjang wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrim ini akan berlangsung pada beberapa hari ke depan.

Bupati Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut melalui Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga mengimbau warganya untuk tetap berhati-hati terhadap kondisi cuaca ekstrem ini.

“Dalam kondisi cuaca ekstrem ini diminta kepada seluruh masyarakat Talaud terutama bagi nelayan agar sebisa mungkin untuk beberapa hari ke depan jangan dulu melaut. Dan bagi warga yang tinggal di daerah pesisir pantai sangat diharapkan untuk waspada,” kata  Moktar Parapaga, Selasa (12/04/2022).

Warga yang tinggal di daerah-daerah yang berada di tebing dan pemukiman yang terletak dekat pepohonan seperti pohon kelapa atau pohon- pohon tinggi lainnya juga diharapkan untuk tetap waspada.

Baca juga:  Bertendensi Mempengaruhi Pemilih, Malumbot Ingatkan Penyaluran Bantuan Apapun Dilarang di Masa Tenang

“Kita berdoa agar kita semua dalam keadaan sehat, Talaud ada dalam lindungan Tuhan dan kita semua tetap diberkati,” pungkasnya.

Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 11-13 April 2022 dan mengimbau masyarakat untuk waspada.

Berdasarkan ramalan BMKG tersebut pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari selatan-barat daya dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. Sedangkan, wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari tenggara-selatan dengan kecepatan angin berkisar 5-18 knot.

Baca juga:  Pala Organik Sangihe Siap Dipasarkan ke Canada

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Sulawesi dan perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud,” kata Plt Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko dalam keterangan tertulis, Senin (11/4/2022) kemarin.

Sementara itu, pantauan di lapangan, hujan deras disertai angin kencang di Kepulauan Talaud telah terjadi sejak tiga hari lalu. Cuaca ekstrem itu mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa jaringan listrik. Pihak PLN pun melakukan pemadaman listrik.

Selain itu, ada seorang nelayan, warga Desa Alude, Kecamatan Kalongan dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Beo. Namun nelayan itu akhirnya ditemukan selamat di pesisir pantai Desa Matahit hari ini sekitar pukul 01.00 WITA. (IB/Red*)

Pos terkait