Dinas Pariwisata Sulut Latih Pengelolaan Desa Wisata di Minahasa

indoBRITA, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah kembali menggenjot sejumlah desa di Bumi Nyiur Melambai untuk menjadi Desa Wisata.

Teranyar, ada empat desa di Kabupaten Minahasa yang dilakukan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata oleh Dispar Sulut. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Sendangan Kecamatan Sonder, Kamis (21/4/2022). Keempat desa itu, yaitu Desa Tincep, Desa Leilem, Desa Sendangan dan Desa Timbukar.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Sulut Henry Kaitjily mengatakan pelatihan pengelolaan desa wisata ini untuk mendongkrak perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga:  Pengembangan Pariwisata Sulut, Kemenparekraf Minta Hilangkan Ego Sektoral

Lanjut Kaitjily, guna mewujudkan desa wisata harus fokus pada target.

“Kalian harus ada motivasi, rasa memiliki. Kemudian siapkan masterplan,” terang Kaitjily saat membuka Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Desa Sendangan, Kamis (21/4/2022).

Kaitjily menyarankan desa wisata harus memiliki branding tersendiri yang unik.

“Kalau unik biar jauh pasti orang datang,” ungkapnya.

Ia mengharapkan empat desa ini menjadi desa wisata. Oleh karenanya, birokrat berpengalaman di luar negeri ini mengimbau untuk bekerja sama-sama.

“Desa wisata itu merupakan kelompkk masyarakat atau komunitas yang sama sama bekerja bukan sendiri-sendiri. Jadi bukan karang taruna bukan bumdes atau aparat desa. Tetapi bergerak dengan dukungan dari masyarakat. Itu namanya desa wisata yang benar,” bebernya.

Baca juga:  DPM-PTSP Sulut Raih Pelayanan Publik Kategori Baik dari Menpan-RB

Di akhir sambutannya, Kaitjily meminta desa wisata memanfaatkan digitalisasi dalam hal promosi.

“Masing-masing desa buat inovasi. Bisa lewat sosmed (sosial media). Karena masyarakat haus ingin berwisata,” tukasnya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Sulut Theresa Sompie mengatakan pelatihan ini penting dilakukan untuk pengembangan desa, yang di dalamnya termasuk kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan dan pelestarian alam.

“Ini juga bentuk percepatan pembangunan desa secara terpadu mendorong transformasi budaya,” akunya.

Dalam pelatihan ini sebagai pemateri adalah Sekretaris Dinas Pariwisata Minahasa, Hukum Tua Desa Sendangan, Ketua APGI Sulut, Denny Engka, Pengurus DPD ASIDEWI Sulut, Roy Berty Koleangan.

Hadir sebagai peserta puluhan anak muda yang berasal dari empat desa tersebut, Desa Timbukar, Desa Sendangan, Desa Leilem dan Desa Tincep.(sco)

Pos terkait