Angka Stunting di Sulut Ditargetkan 14 Persen, Sekdaprov Usul Alokasikan Dana Desa

indoBRITA, Manado – Stunting di Sulawesi Utara (Sulut) ditargetkan menembus angka 14 persen pada tahun 2024. Target itu sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo. Di mana, posisi saat ini untuk nasional 27 persen sementara di Sulut sudah 21 persen.

“Tapi, pak gubernur berharap tahun 2023 sudah di angka 14 persen. Ini tantangan,” ungkap Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Asiano Gamy Kawatu diwawancarai usai membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sulut, Rabu (27/4/2022) di Ruang CJ Kantor Gubernur Sulut.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Periksa Kendis, Sekdaprov Sulut Ingatkan Pajak Kendaraan

Guna mencapai target tersebut, ia meminta para personel yang tergabung dalam TPPS Provinsi Sulut, bekerja keras.

“Ya diharapkan dalam rapat ini bisa hasilkan sesuatu yang sifatnya konkret. Yang nantinya hasilnya disampaikan ke pimpinan dan dibreakdown ke tingkat bawah,” tukasnya.

Ia meyakini target tersebut bisa terwujud. Sebab, dalam pemerintah daerah di kabupaten/kota sudah ‘garis lurus’ dengan pemerintah provinsi.

“Ini menjadi momentum kita untuk permudah dalam penanganan,” terangnya.

Adapun dalam penanganan masalah stunting ini diperlukan anggaran, yang bersumber dari APBD. Selain itu, Kawatu mengatakan anggaran juga bisa dipergunakan melalui Dana Desa.

Baca juga:  Dinas PUPR Sulut Optimisme Target 2021 Tercapai

Ia pun mengasumsi alokasi Dana Desa untuk penanganan stunting. Jika di desa itu ada 20-25 anak berpotensi stunting, di mana per anaknya ditreatmen asupan gizi 1 juta maka hanya sekitar 25 juta yang akan ditalangi lewat Dana Desa.

“Ini memungkinkan lewat Dana Desa 20 persennya bisa digunakan untuk pangan,” tukasnya.

Kawatu pun menantang para TPPS Sulut membuat pilot project terkait percepatan penanganan stunting tiap kecamatan di Bumi Nyiur Melambai.

Adapun hadir dalam rapar ini, di antaranya Kepala BKKBN Sulut Tino Tandaju, Kepala Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Sulut Lynda Watania dan TPPS Sulut.(sco)

Pos terkait