Magal Pertanyakan Keberadaan Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua?

  • Whatsapp

indoBRITA, Papua – Harun Magal, SH selaku tokoh muda Papua mempertanyakan keberadaan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Adat Papua (PAP). Pasalnya, DPN PAP saat ini viral mengatasnamakan pemuda Papua. Padahal, sepengetahuannya belum ada nama organisasi pemuda adat Papua. Parahnya lagi, menyetujui pemekaran Papua.

Dijelaskan Magal, DPN PAP telah secara resmi mengatasnamakan pemuda adat Papua. Tapi, dasarnya dimana? Sebagai pemuda adat Papua tidak mengetahui akan hal diatas. ”Sebagai tokoh pemuda adat Papua mempertanyakan soal dukungan DOB. Pada dasarnya, pemuda adat Papua yang sesungguhnya tidak pernah menyuarakan pemekaran Provinsi Papua,” katanya.

Baca juga:  Jelang Pelaksanaan MSRF, Polres Minsel Gelar Rakor Bersama Pemerintah Kabupaten

Magal juga menjelaskan, jika pemekaran sebagai solusi untuk permasalahan yang terjadi di Papua. Itu karena kepentingan elit-elit tertentu di Papua. Jadi, itu bukan suara hati rakyat Papua yang sebenarnya.

”Oleh sebab itu, Magal yang adalah alumni Universitas Katolik Soegijapranata Semarang menyebut, dukungan untuk pemekaran bukan solusi yang sebenarnya untuk mengatasi permasalahan di Papua. Malahan hanya akan memperkeruh persoalan-persoalan yang terjadi di Papua,” ungkapnya.

Hal yang sama dikatakan Atinus Alom, tokoh muda Papua lainnya. Alom menjelaskan, status DPN PAP dari mana dan untuk siapa?
”Jangan bawa nama pemuda adat Papua. Padahal, tidak pernah pemuda adat Papua mengetahui organisasi tersebut. Jangan mengatasnamakan pemuda Papua, padahal kepentingan itu kepentingan elit tertentu,” jelas Alom.

Baca juga:  Gelar Lounching dan Edukasi BPNT, Pemkab Minsel Melalui Dinas Sosial Salurkan 16.678 PKM

Alom mengajak rakyat Papua untuk bersatu padu menolak pemekaran Provinsi Papua. Dikatakan Alom lagi, pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) hanya akan dinikmati oleh non orang asli Papua (OAP).
”Karena, belajar dari pengalaman selama ini, semua daerah pemekaran di Papua, bukan orang Papua yang menikmati. Tapi, justru non Papua-nya yang menikmati manfaat dari pemekaran selama ini,” tegas Alom ketika menghubungi awak media ini. (ape)

Pos terkait