Gubernur Malut dan Puluhan Pejabat OPD Tidak Hadir, Paripurna Hasil Reses Malut ‘Sia-sia’

Para wakil rakyat Malut saat rapat paripurna penyampaian hasil reses (Foto: dok GS)

indoBRITA, Sofifi-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar rapat paripurna penyampaian hasil reses, Kamis (9/6/2022).  Namun, rapat ini seperti sia-sia karena Gubernur Malut KH Abdul Gani Lasuba (AGK)  bersama puluhan pejabat eselon II tak hadir.

Pantauan media ini,  paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi (Deprov) Malut Kuntu Daud didampingi tiga wakil ketua yakni M. Abusama, Rahmi Husen dan Sahril Taher itu hanya dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) M Al Yasin Ali disertai  Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Wa Zaharia, Kepala Biro Administrasi Pimpinan  Rahwan K Suamba dan Kepala Biro Organisasi Irwanto Ali. Berarti 39 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Malut yang tidak hadir.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Tiga OPD Ini tak Serius Bahas Ranperda APBD-P 2017

Tak hadirnya gubernur dan puluhan pimpinan OPD tersebut menuai  kecaman dari sejumlah wakil rakyat Malut. “Seharusnya Gubernur AGK dan  pimpinan OPD hadir karena banyak sekali aspirasi yang dititipkan masyarakat,” ujar personil Deprov Malut dari Partai Demokrat, Ruslan Kubais.

Ia menyebut aspirasi dari masyarakat menjadi sia-sia karena gubernur dan jajarannya tak mau meluangkan waktu untuk mendengar laporan penyampaian hasil reses.“Ketidakhadiran gubernur bersama puluhan OPD ini secara tidak langsung telah melukai hati rakyat,” katanya.

Kekesalan atas ketidakhadiran gubernur dan jajarannya juga disampaikan Ketua Komisi 1 Deprov Malut, Ikbal Ruray. “Hanya Wagub Malut yang hadir. Ini seperti film yang diputar berulang-ulang. Jadi untuk kesekian kalinya aspirasi yang dititipkan masyarakat tidak sampai ke pengambil kebijakan.  Padahal aspirasi masyarakat ini penting karena hakekat pembangunan adalah mensejahterahkan rakyat,” ungkapnya.

Baca juga:  Rekrutmen Besar-besaran, Gubernur Malut Minta PT Antam Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Bahkan tak hanya wakil rakyat, Wagub Al Yasin Ali juga terlihat kurang sreg dengan ketidakhadiran  gubernur dan 39 pimpinan OPD Malut. “Kalau pimpinannya tidak tegas, pasti akan seperti ini sampai akhir periode kepemimpinan berakhir. Semua dari pimpinan. Tapi, mau bagaimana? Lain koki lain masakan, lain pimpinan lain juga bijaknya,” ucap orang nomor di Malut ini.(ven)

 

 

Pos terkait