Tokoh Masyarakat Pakasaan e Tountemboan Apresiasi Hibah 5 Hektare Tanah untuk Relokasi Korban Bencana Amurang

indoBRITA, Manado – Hibah tanah 5 hektare milik Keluarga Kandouw-Tanos untuk korban bencana alam yang diduga abrasi pantai di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mendapat apresiasi dari Tokoh Masyarakat Pakasaan e Tountemboan.

“Apresiasi kepada Keluarga Kandouw-Tanos jiwa melayani memberikan lahan produktif dengan sukarela memberikan lahan seluas 5 hektare untuk para masyarakat terdampak bencana alam abrasi pantai,” ujar Fery Sangian dari Tokoh Masyarakat Pakasaan e Tountemboan, kepada indobrita, Minggu (26/6/2022).

Bacaan Lainnya

Aksi sosial itu, kata dia, patut dicontohi. “Ini menggambarkan sebagai pemimpin yang teladan,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menyumbangkan tanah pribadinya sebesar 5 hektare bagi korban di Desa Uwuran Satu. Tanah itu berlokasi di Kelurahan Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat, Minsel.

Baca juga:  Tunjang Pariwisata, PUPR Siap Kerjakan Sembilan Proyek Jalan Alternatif 

Hal ini terungkap lewat status media sosial yang diunggah Anggota DPRD Sulut Sandra Rondonuwu, Sabtu (25/6/2022).

“Ketulusan hati seorang Wagub Pnt Steven OE Kandouw. Tanah 5 ha milik beliau di Rumoong Bawah Minahasa Selatan disumbangkan untuk relokasi 250 KK,” ungkap Sandra Rondonuwu.

Srikandi PDI Perjuangan ini melanjutkan, selain menghibahkan tanahnya, Wagub Kandouw juga mendorong adanya pengaspalan jalan selebar 8 meter.

“Sekalian juga akan diadakan pengaspalan jalan selebar 8 M,” tulis legislator Sulut daerah pemilihan Minahasa Selatan-Minahasa Tenggara tersebut.
Dalam postingannya, Sandra Rondonuwu juga menampilkan tangkapan layar percakapan antara dirinya dan Wagub Kandouw via aplikasi WhatsApp.

Baca juga:  Dihadiri Presiden Jokowi, Gubernur Olly Sukses Pimpin SMS ke-81 GMIM

“Tim Komisi 5 DPR RI dan Kementrian PUPR, Kamis depan datang. Harus direlokasi 250 KK. Syaratnya harus ada tanah. Biar jo kita pe tanah. Kasiang dorang,” kata Wagub Kandouw dalam percakapan tersebut.

Diketahui, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dilanda bencana alam. Abrasi terjadi di sekitar pesisir Amurang, Rabu (15/6/2022).
Abrasi juga mengakibatkan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Ranoiapo, Uwuran Satu menuju ke Kelurahan Lewet, Bitung, Ranomea, dan Pondang tiba-tiba ambruk.
Setidaknya 20 rumah, 5 cottage, 1 restoran, 10 perahu, 1 kedai kopi, dan ikon I’am Amurang, jembatan, area parkir bangunan penginapan rusak dan juga ikut ambruk ke laut. Beruntung tidak ada korban jiwa dan luka-luka dalam bencana ini. Namun, sebanyak 269 jiwa telah diungsikan.(sco/*)

Pos terkait