Sampah di TPA Amurang Halangi Pejalan ke Kebun, Warga Minta Bupati FDW Evaluasi Roi Sumangkut

indoBRITA, Amurang – Pemilik kebun diseputaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Amurang, Mobongo Kelurahan Kawangkoan Bawah, Kecamatan Amurang Barat angkat bicara. Pasalnya, tidak biasanya lokasi TPA Amurang kondisi sampah menumpuk dengan volume besar. Bahkan, untuk berjalan menuju perkebunan keluarga saat ini tak bisa dilewati lagi.

”Ya, beberapa bulan terakhir ini, kondisi TPA Amurang di wilayah Mobongo dipenuhi sampah dengan volume besar. Lebih parah lagi, jalan kebun milik warga sudah tertimbun sampah. Akibatnya, warga yang akan ke kebun tak bisa melewatinya,” ujar Firola Tamburian.

Firola yang adalah warga Kelurahan Kawangkoan Bawah mengaku sulit untuk lewat dijalan kebun. Biasanya, kalau ke kebun menggunakan sepeda motor. Namun, saat ini untuk jalan kaki pun tak bisa lagi. Karena sudah tertumpuk sampah.

Baca juga:  Masyarakat Sulut Diajak Rayakan Tiga Tahun Kepemimpinan OD-SK

”Lebih parah, volume sampah dengan bau yang sangat menusuk jantung tersebut hingga harus menutup hidung dengan kain. Jadi, sebagai warga yang memiliki kebun di sekitar TPA Amurang minta bupati Franky Donny Wongkar evaluasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Minsel Roi Sumangkut. Sepertinya kadis tak mampu menyelesaikan masalah sampah. Itu terlihat dengan jelas, bahwa kondisi TPA Amurang tak memadai lagi,” sebut Tamburian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Minsel Roi Sumangkut dikonfirmasi wartawan indoBRITA.co mengakui kalau pihaknya mengalami masalah. ”Jadi, masalah yang dihadapinya adalah tak memiliki alat berat untuk mengangkut sampah di TPA Amurang. Sebelumnya, kami memiliki alat berat. Akan tetapi, saat ini alat berat tersebut sudah rusak,” kata Sumangkut.

Baca juga:  Dibuka Presiden Jokowi, Bupati CEP Juga Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda

Sumangkut menjelaskan, kondisi diatas sudah disampaikan kepada bupati FDW. Namun, pihaknya masih menunggu rekomendasi soal hal diatas. Ditambahkannya, kekurangan alat berat di TPA Amurang sudah terjadi beberapa tahun sebelumnya.

”Doakan, agar pengusulan Anggaran Tahun 2023, DLH Minsel akan mendapat tambahan alat berat. Menurutnya, volume sampah akhir-akhir ini sangat tinggi. Sampai-sampai jalan masuk di TPA Amurang para petugas langsung membuang sampahnya,” ucap Sumangkut.

Dari pantauan wartawan, TPA Amurang yang tak jauh dari Jln Trans Sulawesi tak aman lagi bagi pengendara roda dua. Akibatnya, selain pengendara R2 harus tetap menggunakan masker untuk pelindung pernapasan. Sama halnya pengendara roda empat, mengaku harus tutup hidung karena bau tak sedang hingga menusuk jantung. (ape)

Pos terkait