Lunas PBB-P2 dalam Satu Bulan, Tona II Jadi Contoh di Sulut

Richal Salenda bersama perangkat Kelurahan Tona II (Foto: Ferawati)

indoBRITA, Tahuna-Kelurahan Tona II, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi contoh di Sulawesi Utara (Sulut) dalam hal pelunasan PBB-P2. Betapa tidak, hanya butuh waktu satu bulan setelah kebijakan pajak PBB-P2 diterapkan, warga di Kelurahan Tona II sudah melunasi kewajiban mereka.

Lurah Tona II, Richal J. Salenda menyampaikan kegembiraannya atas capaian tersebut. “Kesadaran  masyarakat Tona II membayar PBB –P2 layak diaprsesiasi,”  kata Richal kepada media ini, Jumat (1/7/2022).

Bacaan Lainnya

PBB-P2 sendiri baru diterapkan akhir Mei 2022. Setelah mendapat arahan dan petunjuk Camat Tahuna Timur Imelda Lawendatu, Richal dan stafnya langsung melakukan sosialisasi dan melakukan penagihan di rumah warga.

Baca juga:  KPU Tandatangani MoU Bersama IDI, HIMPSI dan BNN

“Saya mengadakan rapat terlebih dahulu bersama kepala lingkungan (Kaling) dan Ketua RT serta menyampaikan kebijakan baru ini ke masyarakat. Saya bersyukur seluruh warga memberikan dukungan,” ujarnya.

Dengan sokongan penuh masyarakat tersebut, Richal berani menargetkan satu bulan kepada semua lingkungan untuk penagihan PBB-P2. “Berkat tim yang solid, PBB-P2 di Kelurahan Tona II lunas 100 persen pada 29 Juni 2022. Jumlah yang dibayarkan warga sebesar Rp38.326.177,” ucap Richal.

Sukses dalam pelunasan PBB-P2 menggenapi keberhasilan lainnya yang sudah diraih Kelurahan Tona II. Selama dua tahun berturut-turut, kelurahan ini memang menjadi yang terbaik dalam pelunasan pajak PBB.

Baca juga:  Program Pamsimas III Sentuh 25 Kampung

“Walau ada kendala di awal, tapi karena setiap pekan saya evaluasi kinerja dan memberikan support bagi teman-teman Kaling dan Ketua RT, akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan,” ungkapnya.

Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Richal dan jajarannya untuk tetap melaksanakan tugas sesuai target yang ditetapkan. “Semangat dan solid dalam tugas menjadi komitmen bersama kami di Kelurahan. Jadi ketika ada pekerjaan, langsung dikerjakan sampai tuntas agar tidak menggangu pelayanan langsung kemasyarakatan,” pungkas Richal. (*/ver)

 

Pos terkait