Pilhut Minsel Jangan Hargai Dengan Money Politik, Mamesah: Jaga Keamanan Pesta Demokrasi Desa

indoBRITA, Amurang – Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2022 hanya 42 desa. Padahal sebelumnya, Asisten Bidang Kesra Drs Benny Lumingkewas menyatakan 118 desa siap digelar Pilhut. Melihat hal diatas, tokoh masyarakat Drs Wem N Mamesah angkat suara soal Pilhut 2022. Padahal sesungguhnya, warga Minsel rindu kalau 118 desa digelar serentak.

”Awal Juli 2022, akhirnya Bupati Franky Donny Wongkar dan wakil bupati Petra Yani Rembang menggelar launching Pilhut 2022. Hanya saja, dari rencana awal 118 desa akhirnya ditetapkan 42 desa. Dari hal tersebut, warga Minsel mengaku kekecewaan belum serentaknya pesta demokrasi tingkat desa dilaksanakan di Minsel,” ujar Mamesah, Jumat (29/7/2022) di Amurang.

Mamesah mencontohkan, dari 42 desa terdapat Desa Lopana Satu Kecamatan Amurang Timur menyatakan kesiapan menggelar Pilhut 2022. Olehnya, kata mantan guru ini menyebut Pilhut tidak ada pemilih menggunakan uang.

Baca juga:  Mamengko: PDAM Minsel Bakal Gelar ‘Bersih-bersih’

”Money Politik (Politik Uang, red) tak kan bisa terhindar. Apakah Pemilu, Pilpres dan Pilkada hal diatas terjadi. Namun, tokoh pendidikan Minsel berharap jangan ada politik uang di Pilhut Minsel. Mamesah tahu, para calon selalu membeli suara untuk kemenangannya. Menurutnya, dipastikan desa tersebut tidak akan luput dari korupsi uang negara ketika calon itu terpilih,” jelasnya.

Tamba Mamesah sambil mengingatkan, jangan berpikir ketika nantinya oknum hukum tua yang menang dengan menghalalkan cara money politik. Intinya, akan bisa kembali uang modal mereka dengan mengambil keuntungan melalui Dana Desa (Dandes) atau bantuan lainnya.

“Dandes yang rata-rata setiap desa mendapat Rp 7 ratus hingga Rp 1 miliar. Namun, akibat salah penggunaan Dandes, banyak oknum Hukum Tua terjerat hukum. Jadi, jangan karena awalnya mencalonkan dengan uang, kemudian mengembalikan dengan cara korupsi uang negara. Ingat, sekecil apapun pekerjaan fisik menggunakan DD itu tidak ada aturan nilai fee,” ungkap Mamesah.

Baca juga:  Danny Sondakh Diapresiasi Habib Husein pada Dzikir Akbar Pemkot Manado karena Ini

Ditambahkannya, alangkah baiknya calon dan pemilih untuk melaksanakan pesta demokrasi desa dengan rasa bertanggung jawab dan netralitas. “Jaga keamanan dan stabilitas disaat pesta demokrasi. Calon (kandidat, red) dan pemilih jalankan niat kalian untuk yang terbaik demi pembangunan dan kesejahteraan warga. Hindari tindakan anarkis, ketika ada yang menang dan kalah itu hal biasa dalam pilhut. Asalkan bertanggungjawab,” tandasnya.

Tempat terpisah, Ketua Panitia Pilhut Desa Lopana Satu, Kecamatan Amurang Timur Tineke Kondoalumang menjelaskan kalau saat ini dalam tahap sosialisasi. ”Tanggal 11 hingga 19 Agustus 2022 masuk tahap pendaftaran calon. Namun, panitia yang jumlahnya lima orang tersebut sedang mendata Daftar Pemilih Sementara (DPD). Jadi, sejak tanggal 18 hingga 29 Juli 2022 pendataan DPS,” jelas Tineke sambil menjelaskan kekuatan calon di Lopana Satu berimbang. (ape)

Pos terkait