Kasus Rabies di Minsel Tinggi, Warga Usulkan Dibuat Perda Inisiatif

indoBRITA, Amurang – Dari tahun ke tahun, kasus Rabies anjing gila di Minahasa Selatan signifikan. Tidak juga kejadian luar biasa (KLB), tapi sangat menakutkan. Untuk itu, ada wacana dan meminta DPRD Minsel untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) inisiatif.

”Sampai Juli 2022, kasus Rabies anjing gila di Minsel berjumlah tiga. Bahkan, belum diketahui lagi tahun-tahun sebelumnya. Ternyata kasus anjing gigit orang (warga, red) dikategorikan tinggi. Dengan demikian, usul warga agar DPRD Minsel membuat Perda tentang anjing,” kata Drs Wem N Mamesah.

Mamesah menjelaskan, wacana ini sudah lama didengar. Tetapi, belum ada legislatif yang mendukungnya. Harapannya, setelah ditulis disejumlah media, ada anggota DPRD periode sekarang terbuka untuk menyampaikan melalui lembaga rakyat ini.

Baca juga:  Liow Akui Banyak Masalah di Bidang Pendidikan dan Kesehatan di Minsel

”Saya katakan, bahwa kejadian anjing gigit orang setiap tahun banyak. Olehnya, jangan hanya wacana terus. Namun demikian, hal tersebut berimbas untuk menjadikan pendukung bagi pemerintah. Usulan tersebut berharap ditindaklanjuti, agar kasus rabies di Minsel berkurang,” ujarnya.

Ditambahkannya, kalau Perdanya hadir, didalamnya berbunyi pemilik anjing peliharaan harus dikurung atau diikat. ”Apabila terdapat heran peliharaan (anjing, red) atau kucing atau hewan lainnya dilepas. Maka, petugas bisa menangkapnya. Contoh lain, Provinsi Bali sudah memiliki peraturan daerah tentang hewan peliharaan. Dengan demikian, Minsel diusulkan agar bisa membuat Perda tersebut,” ungkap Mamesah.

Baca juga:  Reuni Akbar Angkatan '88 SMANSED Amurang Digelar Sederhana tapi Memiliki makna Iman

Kepala Dinas Kesehatan Minsel dr Erwin Schouten menanggapi soal wacana diatas. ”Soal usulan warga sah-sah saja. Maksudnya, ini bagian dari tidak ada lagi kasus rabies anjing gila. Kalau menurutnya, usulan tersebut baik. Hanya saja, semua berpulang kepada legislatif. Sebab, usulan warga belum tentu didukung sepenuhnya DPRD. Tapi berharap usulan diatas menjadi inisiatif DPRD juga,” jelas Schouten.

Ucap Schouten, tinggal bagaimana wacana warga Minsel akan berakhir demikian. ”Namun, dokter yang dikategorikan pejabat muda milik Minsel ini meminta tolong dikonfirmasi ke Dinas Pertanian. Sebab, masalah rabies anjing gila menjadi urusan instansi tersebut,” tegasnya. (ape)

Pos terkait