dr Devi Imbau Korban Jangan Takut Lapor Kekerasan Perempuan dan Anak, Pendampingan Gratis

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandow-Tanos.

indoBRITA, Manado – Hingga posisi pertengahan tahun 2022, telah terjadi 174 kasus kasus kekerasan perempuan dan anak di Sulawesi Utara (Sulut). Terjadi peningkatan kasus bila dibandingkan dengan dua tahun belakangan ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandow-Tanos mengakui jumlah kasus terjadi peningkatan yang signifikan.

“Jangan dilihat kasusnya meningkat. Tapi (lihat) korban dan keluarga sudah banyak yang melapor,” tuturnya kepada sejumlah wartawan di Lobi Kantor Gubernur Sulut, Jumat (5/8/2022).

Jumlah kasus meningkat itu, tak membuat pihaknya patah semangat untuk melakukan pendampingan.

Baca juga:  Liow Wakili 4 Senator Laporkan Hasil Kunker di Sulut

“Kami terus berusaha lebih keras melakukan pendampingan korban-korban kekerasan perempuan dan anak di Sulut,” tukasnya.

Kendati demikian, ia mengakui pendampingan juga perlu dilakukan di kabupaten/kota.

“Sinergitas itu sangat penting. Kita tak bisa bekerja sendiri. Kita minta bantuan terutama masyarakat, media massa untuk turut sama-sama sosialisasikan betapa penting speak up. Berani, melihat, merasakan sendiri sebagai korban tahu melapor ke siapa,” tuturnya.

Ia mengimbau para korban kekerasan tidak dipublish ke media sosial. Nantinya akan viral,  membuat korban sendiri yang akan malu.

“Lapor dulu ke polisi terdekat, atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak lewat UPTD-PPA atau bisa via aplikasi Laker,” jelasnya.

Baca juga:  Buka SMSI ke-80 GMIM, Gubernur Olly Harapkan Pembaharuan

Bila lapor ke pihaknya, akan langsung dilakukan pendampingan.

“Catat! Semuanya (pendampingan) gratis atau tidak ada pungutan liar,” tukasnya.(sco)

Pos terkait