Pemerintah Tak Melarang Kaum Perempuan Memiliki Banyak Anak, Tapi Harus Dicegah Jangan Sampai Stanting

indoBRITA, Amurang – Sampai saat ini, program pemerintah menganjurkan keluarga baru untuk memiliki anak dua saja. Tetapi, pemerintah tidak melarang perempuan untuk memiliki banyak anak. Artinya, sikap pemerintah tetap menganjurkan kita dukung Keluarga Berencana (KB).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Minahasa Selatan Meity N Tumbuan, S.Pd M.Si kepada indoBRITA.co diruang kerjanya menjelaskan, selama ini sikap pemerintah tak melarang perempuan untuk memiliki banyak anak. ”Akan tetapi, kita harus cegah bersama agar tidak terjadi Stanting. Pasalnya, banyak anak karena terlalu dekat angka kelahiran, berakibat adanya Stanting. Oleh sebab itu, mari kita jaga bersama biar kita tak sesibuk berurusan dengan anak karena Stanting,” ujar Tumbuan.

Baca juga:  Polres Minsel Anjangsana ke Purnawirawan Polri Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-73

Tumbuan menambahkan, ada istilah 4T dalam berumah tangga. 1. Terlalu Muda (Usia Dini), 2. Terlalu Sering (Berakibat), 3. Terlalu Dekat (Fatal) dan ke- 4 Terlalu Tua (Beresiko).

”Anak bisa Stanting kalau perempuan terlalu banyak memiliki anak. Nah, itu terjadi pada seorang ibu/perempuan. Oleh sebab itu, mari kita jaga agar tidak terjadi masalah kepada anak,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah tidak pernah melarang bagi perempuan untuk melahirkan. Tetapi harus ada perencanaan yang matang. ”Segala sesuatu harus direncanakan. Agar semuanya berjalan dengan baik. Ingat juga kepada bapak-bapak, untuk tidak menguasai jiwa agar seorang ibu bisa melahirkan terus. Jaga keselamatan, biar kita sehat dan anak juga tidak mengalami Stanting,” kata Tumbuan. (ape)

Baca juga:  Desa dan Kelurahan Wajib Miliki Tapal Batas, Ini Alasan Kabag Pemerintahan Setda Kotamobagu

Pos terkait