Korban Bencana Alam Amurang Sudah Tinggal di Huntara, Pemkab Minsel Pastikan Memberikan Bantuan Modal Usaha

indoBRITA, Amurang – Menyikapi beberapa persoalan yang terjadi pasca dipindahkan 112 KK di Hunian Sementara (Huntara) Wilayah Kelurahan Bitung, Kecamatan Amurang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Selatan Thorie Joseph angkat bicara dan meminta untuk tidak memperlebar persoalan tersebut.

Melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik yang juga Koordinator Posko Penanggulangan Bencana Amurang Merry Yudie Rumerung, SE MSi menjelaskan, korban bencana Amurang sebelumnya ditampung di dua lokasi berbeda. ”Tetapi, setelah selesai dibangun hunian sementara (Huntara) di wilayah kepolisian Bitung, para korban sampai bantuan logistik masih ada menjadi tanggungjawab pemerintah. Tetapi, apabila logistik bantuan habis, harapannya para korban akan mandiri,” ujar Rumerung.

Sementara itu, Rumerung menambahkan setelah para korban berada di Huntara, pemerintah sementara mengatur bantuan modal usaha para korban. Menurutnya, modal usaha akan diberikan kepada korban dengan syarat harus memiliki buku tabungan Bank BSG. Jadi, pemberian modal usaha tersebut diberikan apabila para korban siap memulai usahanya.

Baca juga:  Walikota Bitung Launching Program Tali Kasih Bagi Pekerja Informal

”Seperti diketahui, penyerahan bantuan akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati FDW dan Wabup PYR apabila buku rekening Bank BSG sudah ada. Diakuinya, modal usaha yang terkumpul itu semua berasal dari donatur dan gubernur Sulut, Komisi V DPR RI dan lainnya. Untuk itu, harapannya kalau ada persoalan kiranya diserahkan kepada kami. Jangan setelah merasa tidak diperhatikan pemerintah langsung diviralkan melalui media sosial,” jelasnya.

Ditambahkannya, nantinya bantuan modal usaha diserahkan 100 persen kepada korban. Besar bantuan modal usaha masing-masing Rp 4 juta. Modal usaha tersebut akan ditransfer ke rekening masing-masing korban.

”Karena para korban telah memiki buku rekening, maka modal usaha tersebut akan di transfer ke buku rekening. Agar supaya, tidak ada indikasi pungli atau KKN saat penyalurannya. Pastinya, uang tersebut langsung masuk di rekening korban bencana alam Amurang,” ungkap Rumerung.

Baca juga:  Pusat Salurkan Ribuan Paket Bantuan, Pariwisata Sulut Diharapkan Bergairah

Camat Amurang Rommy Rumagit, S.Sos secara terpisah dihubungi mengakui di Huntara terdapat 112 bilik. ”Dan ke-112 bilik tersebut sudah terisi semuanya. Diakuinya, untuk mengisi 112 bilik juga terjadi masalah kecil. Akan tetapi, semuanya bisa diselesaikan dengan baik. Maka dari itu, nantinya saat Hunian Tetap (Huntap) di Desa Rumoong Bawah selesai dibangun, maka pemerintah masih akan menyeleksi lagi siapa yang akan menempati huntap tersebut. Sebab, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) telah mengusulkan 114 rumah di Kementerian PUPR RI dan semoga APBN 2023 tahapan pekerjaan rumah tersebut mulai action,” sebut Rumagit. (ape)

Pos terkait