Pemprov Sulut Susun Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi

indoBRITA, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) sedang menyusun Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG).

Focus Group Discussion (FGD) Penyempurnaan Draft Awal RAD-PG dilaksanakan di Hotel Quality Manado, Kamis (11/8/2022).

Bacaan Lainnya

Dalam FGD ini hadir para tenaga ahli yang terdiri dari bidang kesehatan, pertanian dan kelembagaan.

Penjabat Sekprov Praseno Hadi Sulut meminta para peserta FGD untuk dapat memberikan masukan yang subtantif.

Baca juga:  Tak Hanya Disiplin, Wagub Steven Kandouw Warning Pungli

“Kegiatan ini salah satu tahapan penyusunan. Mari sama-sama kita optimalkan untuk dapat memberikan masukan yang subtantif,” kata Sekprov dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Perekonomian dan Perdagangan Bappeda Sulut Elvira Katuuk.

Dia menjelaskan, pemerintah pusat dan daerah setiap lima tahun menyusun RAD Pangan dan Gizi. Hal ini guna mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Sulut mengambil bagian sinkronisasi pusat dan daerah dengan menyusun di tingkat provinsi. Yang periodenya disamakan dengan RPJMD 2021-2026,” tuturnya.

Dia mengatakan, RAD yang tersusun akan menjadi pedoman mempriotaskan untuk menjelaskan pentingnya gizi kepada pemangku kepentingan dalam rangka pembangunan pangan dan gizi di Sulut.

Baca juga:  Usai Sertijab, Ngantung-Wowiling Minta Pejabat Baru Langsung Bekerja

“Sehingga sesuai prioritas daerah dan pusat. Kami berterima kasih di bawah koordinasi kelompok kerja tenaga ahli kita telah menghasilkan matriks yang menjadi bahan FGD,” ungkapnya.

Menjadi penting, lanjutnya semua Pokja untuk mencermati apa yang akan disampaikan tenaga ahli untuk betul-betul memastikan sesuai dengan renja yang ada di periode 2021-2026.

“Semua peserta rapat adalah narasumber. Lakukan dengan santai dan tidak terlalu formal sehingga semua dapat didiskusikan dan menjadi kesimpulan dalam rancangan awal,” tandasnya.

Hadir sebagai tenaga ahli, Stevanus Sampe, Prof Dr Lusia Mandey, Agustivo Telew, Yosia Lempoy serta para peserta dari unsur instansi terkait di lingkungan Pemprov Sulut.(sco/*)

Pos terkait