MPF 2022 Siap Digelar, Kaseger: Menparekraf Sandiaga Uno Diundang Untuk Membukanya

indoBRITA, Modoinding – Setelah dua tahun tidak dilaksanakan, lantaran pandemi covid-19, Modoinding Potato Festival (MPF) tahun 2022 siap dilaksanakan. Menariknya, MPF tahun 2022 akan dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Ketua Panitia MPF 2022 Harly Jones Kaseger, SE kepada indoBRITA.co membenarkan MPF tahun 2022 akan digelar tanggal 22 hingga 24 Oktober 2022. ”Ya, MPF selama dua tahun terakhir tidak dilaksanakan, lantaran pandemi covid-19. Namun demikian, tahun 2022 ini, MPF akan dilaksanakan,” ujar Kaseger.

Menurut anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan ini, menjelaskan MPF adalah bagian dari program tahunan GMIM Wilayah Modoinding. Serta mengacu pada Tata Gereja GMIM tahun 2021, program kerja Komisi Pelayanan Kategorial P/KB Jemaat ‘Sion’ Pinasungkulan, Wilayah Modoinding dan Keputusan Rapat Kerja Majelis Jemaat GMIM ‘Sion’ Pinasungkulan bulan Agustus 2022.

”Kegiatan MPF tahun 2022 dalam rangka mewujudkan tanggungjawab GMIM Wilayah Modoinding untuk pengembangan bidang pertanian. Maka digelar kegiatan MPF tahun 2022. Menurut Kaseger, MPF akan dilaksanakan tanggal 22 hingga 24 Oktober 2022 dan dipusatkan di Desa Pinasungkulan Kecamatan Modoinding,” katanya.

Salain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang hadir dan membuka MPF tahun 2022, pihak panitia juga akan mengundang bupati Franky Donny Wongkar, wakil bupati Petra Yani Rembang serta Forkopimda. Sementara itu, mengingat panitia masih kekurangan dana, dalam surat undangan dilampirkan juga proposal dana MPF kepada bupati agar bisa menopang pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baca juga:  PKK tak Dapat Anggaran, Wagub Kandouw: Tak Usah Cemas

”Perlu diketahui, MPF 2022 ini adalah bagian dari tahun ke-7 sejak tahun 2014 digelar pertama di Modoinding. Awalnya, tidak merata pesertanya, bahkan wajib dari 10 jemaat se- GMIM Wilayah Modoinding. Sampai akhirnya, lantaran tiap tahun dilaksanakan, banyak utusan instansi terkait lainnya dari kabupaten/kota se-Sulawesi Utara,” jelas pengusaha sukses ini.

Dijelaskannya lagi, tema kegiatan MPF adalah ”Bersinergi Memulihkan Ekonomi Bangsa”. Sedangkan latar belakang kegiatan yaitu Modoinding adalah daerah yang dianugerahkan sumber daya alam (SDA) yang berlimpah. Berbagai jenis tanaman sayuran hortikultura tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun demikian, pemerintah dan masyarakat masih belum dapat memanfaatkan potensi tersebut secara optimal.

”Produksi sayuran holtikultura belum mampu bersaing produk holtikultura impor dipasar domestik. Baik dalam harga dan image konsumen yang berkembang di masyarakat. Image kualitas produk holtikultura yang telah terbentuk dan berkembang pada masyarakat adalah ”kualitas produk yang ditentukan oleh warna bagus, ukuran dengan relatif sama, penampilan bersih dan menarik serta disajikan pada outlet-outlet dengan menarik,” ungkap Kaseger.

Baca juga:  Serahkan 515 Sertifikat Tanah di Mitra, Olly Harap Peningkatan Sektor Pertanian

Kaseger juga menambahkan lagi, persyaratan tersebut saat ini hanya dapat dipenuhi oleh produk impor. Salah satu masalah dalam pertanian sayuran holtikultura adalah rantai pasok yang masih buruk. Hal ini juga menjadi sorotan warga GMIM se-Wilayah Modoinding, yang tahun 2022 ini memfokuskan pada perbaikan rantai pasok peningkatan produksi sayuran holtikultura dengan mengembangkan agribisnis, mensejahterakan kalangan petani, dan menjadikan Modoinding sebagai daerah agrowisata.

”Tetapi, lanjut Ketua Kompelka P/KB GMIM Sion Pinasungkulan ini, pihaknya hendak berupaya memulihkan ekonomi bangsa mulai dari kalangan masyarakat petani di Modoinding akibat pandemi covid-19,” tambahnya.

Modoinding adalah pusat tanaman kentang di Minahasa Selatan. Kentang atau Potato, bahasa Inggris-nya adalah produk unggulan di kecamatan Modoinding. Tanaman holtikultura kentang menjadi potensi tersendiri objek pariwisata di Modoinding.

”Tujuan pelaksanaan MPF tahun 2022 adalah meningkatkan kualitas produksi pertanian, menjadikan Modoinding sebagai daerah agrowisata, mengembangkan agribisnis dalam bentuk ‘home industry’ pengolahan hasil-hasil pertanian. Serta menjadikan Modoinding Potato Festival sebagai kegiatan tahunan. Dan mensejahterakan kalangan petani dan masyarakat dalam menopang perbaikan ekonomi bangsa akibat pandemi covid-19,” tutupnya. (andries)

Pos terkait